BREAKING
Stop Kekerasan di Papua Barat

Friday, April 8, 2016

Tuhan, Aku Bersyukur karena Aku Pernah Jatuh Dalam Dosa (Bagian II)

Pada dasarnya Artikel ini lanjutan dari Artikel Donatus Bidaipouga Mote yang di tulis pada edisi 11/3/6 Timipotu News.  Judul yang kami tulis ini adalah buah dari diskusi  bersama Donatus Mote dan Stef Bukega, pada beberapa waktu yang lalu. Hal ini bisa dilihat juga melalui clik: http://www.timipotu.com/2016/03/tuhan-aku-bersyukur-karena-aku-pernah.html. Itulah mengapa kami tulis artikel ini?
Moses Douw / Menongko / Asdei

Pengantar Dari Alkitab

Dosa secara umum adalah pelanggaran terhadap normatif atau pelanggaran terhadap perilaku yang benar. Itulah ketika melanggar terhadap etika yang baik atau larangan, maka disitulah akan ada dosa dalam diri kita setiap manusia.

Pada dasarnya semua manusia tak luput juga dari yang namanya dosa, seketika kita observasi secara umum di Dunia ini. Sebab pikiran manusia tidak terbatas untuk berpikir yang baik dengan apa adanya.

Ketika kita ketahui dalam Alkitab kejadian, disana akan kita ketahui dosa yang dibuat oleh Adam dan Hawa pada awal diciptakanya. Mereka melanggar atas perintah Allah, tentang larangan petik buah. Ketika itulah dosa itu muncul pada awal yang di tuliskan dalam Alkitab itu.

Seiring dengan perkembangan di dunia ini dari sejak dahulu hingga kini memang sangat pesat perkembangannya. Dan tidak kalah juga dengan dosa yang perbuat oleh manusia yang diciptaka oleh Allah ini. Dunia ini sangat tinggi dalam hal ini melanggar larangan, dibandingkan dengan kebaikan yang di buat oleh manusia. Seorang pastor atau ulama atau pun siapa dia latar belakang agama pasti merupakan dosa. Sebab manusia itu lemah.

Timbal balik dari melanggar perintah Tuhan adalah "Hukuman Allah". Ketika kita melanggar perintah Tuhan, maka kita akan merasa takut dan selalu di kucilkan oleh orang merasa diri tak berdosa, dan  tidak tenang hidup kita, merasa bersalah, dan tidak akan pernah menikmati kebahagian yang berasal dari Tuhan. Serta kehilangan kebahagian dari diri kita sendiri itu sendiri.

Kami diJauhi, Orang Sok Tak Berdosa

Dalam diskusi itu kami bahas bahwa kenapa banyak orang yang sok tidak berdosa selalu sombong dan menjauhi orang yang berdosa? Itulah yang muncul akan pertanyaan dalam diskusi itu. Kemudia Stefen mencoba menjawab saat itu juga bahwa “ banyak manusia di dunia ini hanya tahu menunjuk orang, tanpa melihat empat jari yang kembali menunjuk diri itu sendiri.

Jawaban ini adalah sangat bobot bagi kami yang terlarut dalam dosa di dunia ini, bahwa manusia di muka bumi ini tak juga terlepas dari dunia dosa. Sepikir jawaban ini adalah penyembuh jiwa berdosa atas penuduhan dan penjauhan terhadap kami. Saya terobati dengan jawaban ini,  bahwa hanya bukan kamu yang berdosa tetapi semuanya kita sama. 

Dari pernyataan bahwa kami di jauhi? Maka semestinya ada pertanyaan yang harus di muncukan sebagai berikut? Apakah kita sebagai penggoda atau yang tergoda, semua akan akan mendapatkan hukuman dari Tuhan. Semua mendapatkan hukuman yang sama. Itulah cara Tuhan menghukum manusia yang jatuh ke dalam dosa. Kita manusia adalah manusia yang lemah dan Adam dan Hawa yang dulu jatuh dalam dosa. Dosa itu kaitkan dengan Generasi berati , itu adalah Dosa warisan. 

Yesus Kristus mati di kayu Salib dalam membereskan dosa adalah menuju kesempurna. Oleh sebab itu, apabila seseorang telah percaya penuh dan benar-benar bertobat serta telah mengalami Kelahiran Baru,  janganlah mau di teror atau di intimidasi. Orang lain juga sebenarnya tidak boleh mengungkit-ungkit dosa masa lalu yang ‘hitam’ ataupun ‘kelabu’. Itulah yang kita pahami dan kembangkan dalam hidup ini.

Ampuni Mereka Sebab Mereka Tidak Tahu

Saya melihat di sebuah kota yang sering didambakan oleh orang Indonesia yakni di Jakarta. Sebulan tinggal di Jakarta di sebuah kos bulanan. Kos itu campuran tidak hanya mahasiswa dan pelajar. Disinilah saya melihat perempuan berbuluh laki-laki. Saya perhatikan setiap hari, Ia selalu pagi keluar sore masuk, dengan pakaian lengkap dan aksessories lengkap. Ia orangnya antara baik dan tidak. Ketika saya bertanya pada dia. Apakah ada gereja disini?  Jawabnya “ada di Jakarta barat, kakak!!! saya setiap hari kerja di gereja hingga pulang sore”. Saya berkata “ok Hari minggu kita akan ke gereja itu”. 

Hari minggu kita jalan ke gereja. Tidak sampai gereja kami turun dari sebuah taksi di salah satu pasar yakni Pasar Senen. Itulah sampai disana Ia berkata dengan senyum “disinilah gerejaku”. Ternyata ia yakin bahwa pasar adalah gerejanya dia. Ia juga mejelaskan “disinilah kami dapat duit dan mempertahankan hidup”. Wah!! Saya jadi bingun. 

Dengan sebuah kesaksian itu, membuktikan bahwa orang bisa menebak apakah mana yang baik dan buruk, namun tidak bisa tebak apa yang menjadi pemikiran dasar terkait apa yang ia impikan?  Dan juga manusia tak boleh petakan dosa Ia adalah baik dan buruk, apalagi koreksi keburukan yang Ia pernah lakukan selama ia bertahan hidup. Perbuatan dia adalah urusan sendiri dengan pencipta.

Itulah manusia tidak lebih dan tidak kurang antara kita, yang lebih hanya orang yang bisa menekuni pada apa yang perbuat. Dengan itu saya tidak salahkan ia dan saya tidak  memuji. Apakah itu yang jalan terbaik buat dalam hidupnya? Tentunya ia merupakan impian memuji tetapi sehendanya mengikuti apa yang Ia lalui. 

Maka hendaknya perbuatan kami akan mengarah pada posisi negatif namun itu merupakan impian yang kita tak bis batasi sebab, hidup yang baik datang dari diri kita itu sendiri. Seperti yang biasa di ungkapkan bahwa “Manusia jangan hanya memeriksa, menceritakan serta menjauhi dari pendosa itu”. Maka tuhan, “ampunilah sebab mereka tidak tahu”. 

Tuhan, Aku Bersyukur karena Aku Pernah Jatuh Dalam Dosa

Inilah sebuah ayat yang dilontarkan oleh Donatus Mote dalam diskusi semalam di dunia maya, sebab tidak ada kesempatan pada waktunya untuk bertemu dan berdiskusi. Namun itulah kata yang harus di ungkapkan oleh si Donatus.

Kita telah mengetahui bahwa manusia adalah orang yang lemah dan mudah jatuh dalam dosa atau perbuatan yang melanggar norma Tuhan dan lingkungan. Itulah manusia. Sama juga dengan kami “Donatus, Moses dan Stefen”  yang pernah jatuh dalam dosa ini.

Dalam diskusi itu, disana Stef dan Donatus menjelaskan bahwa dosa itu sangat kompleks. Dosa secara bentuk waktu kita petakan menjadi 3 yakni: dosa masa lalu, dosa masa sekarang dan dosa masa akan datang.

Dosa masa lalu itu merupakan sebuah peajaran yang kita harus patut kami syukuri dan patut kami bererimah kasih. Oleh sebab itu. “Jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang”, kata saya kepada Donatus dan Stefen.

Sehingga, ketika kita terus-menerus mengadakan tindak pencegahan, jangan sampai jatuh dalam dosa! Akan tetapi, sekalipun telah berusaha secara maksimal, ternyata gagal juga? Lalu bagaimana? Lalu kata Donatus dalam diskusi itu bahwa “Jika kita mengaku dosa kita, maka Tuhan adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala dosa.

Kemudian dalam diskusi itu juga Steven menyimpulkan “Dengan penjelasan kami dua ini bahwa segera bikin pemberesan, agar pemulihan dapat cepat terwujud. Jangan dibiarkan sampai berlarut-larut dan segera kita patut bersyukur bahwa kita ini pernah masuk dalam dunia dosa. Sebab, Jalan yang baik dan hidup orang benar makin hari makin meninggalkan, maka mulai dari kini,  kebenaran dan terangnya Tuhan itulah yang kita utamakan. Oleh sebab itu, Donatus mengharapkan bahwa kami tiga harus bersyukur karena kami pernah masuk dalam dosa, agar kedepannya berada di jalan kebenaran dan harus ada pagi untuk kami. ( Moses Douw )



Monday, April 4, 2016

Moses Kilangin (Uru Me Ki)

Penulis : Moses Kilangin
Editor : Yopi Kilangin, Yavet Kambai, Krist Ansaka,
Prakata : Yopi Kilangin (Anak pertama Moses Kilangin)
Penerbit : Tabura Jayapura
Ukuran Buku       : 140 x 210 mm
Halaman : Cover + 192 hlm
Percetakan : Galang Press Yogyakarta
Peresensi : Namukigiba Marxism Douw
             
Sebenarnya Buku Moses Kilangin ini adalah Biografinya sendiri yang dituliskan oleh Moses sendiri yang kemudian di edit oleh Yopi Kilangin anaknya dan tim editor adanya buku ini. Dengan bantuan beberapa pihak di keluarganya sendiri. Sehingga buku ini diterbitkan pada tahun 2009. Berikut ini adalah kisah seorang moses kilangin yang di review kembali sebab dilupakan toko Papua yang berasal dari Suku Amungme ini.

Moses Kilangin  disebut dengan Uru Me Ki, Juru Damai, Perintis bagi orang Gunung, Sejarahwan, serta Pembawa Cahaya. Mengapa Moses kilangin disebut demikian? Tentunya Moses merupakan sejarah hidup yang di kagumi banyak orang khususnya Wilayah Pengunungan dan Papua selatan.

Moses Kilangin adalah seorang yang berjasa ketika masa-masa perintisan di belahan Papua Selatan dan sekitar Pegunungan Cartenz yakni, diantara suku Amungme, Dani, Damal, Mee, Moni, dan pantai pesisir selatan Papua yakni Kamoro dan Sempan. Dari suku-suku diatas ini, Moses Kilangin mengukir sejarahnya. Dan melalui perintisan ini pembaca akan menemukan sosok seorang bapak Moses Kilangin dengan karya-karya yang baik.

Moses Kilangin adalah pewarta kampung yang mampu menerjemahkan konsep teori teologi dan katakese dalam bentuk dan cara budaya Papua.  Kemudian dia adalah pintu Emas bagi negara Amerika dengan membukan masuknya PT Freeport serta dia berperan dalam Penentuan Pendapat Rakyat Papua pada masa perahlihan 1969. Dengan hasil karya Moses Kilangin kita bisa menempati di Kabupaten Timika, Paniai, Kabupaten Puncak (Ilaga dan Beoga) dan Wamena.

Moses Kilangin dilahirkan di Kampung Unganarki Diola pada tahun 1925, didalam Honai perempuan. Nama asli atau nama tanah adalah Kalmalanki yang kemudian dibaptis dengan nama Moses Kilangin. Dia seorang anak tunggal sebab dia sendiri yang hidup. Ketika itu, Moses merupakan 3 saudara namun semuanya meninggal setelah 2 dan 1 hari setelah mereka dilahirkan, kematian anak bayi mereka percaya bahwa akibatnya dari “Roh Jahat”.

Sejak Moses umur 7 tahun kedua orang tuanya meninggal dan dia diasuh oleh Kakeknya Ninangki.  Dia sangat aktif dalam kegiatan di lingkungan Bugutenet. Dan di bersama beberapa petua di Kampung itu melakukan perjalanan hingga Moses Kilangin ketinggalan dalam perjalanannya sehingga dia ditemukan oleh seorang yang enggap mencari Udang yakni Mufai.  Dia di serahkan ke Cornelis Lefteuw.  Hilangnya Moses, masyarakat Bugutenet tidak tahu dan percaya bahwa hilang dan meniggal di Kaperapoka.  Dan Moses  di sekolahkan Oleh Conelis Lefteuw.

Dan pada tahun 1943 situasi Perang Dunia Ke-II ikut melanda daerah Mimika. Ketika itu warga sekitar dilatih oleh Tentara Nipon  (Jepang).  Dan sejak itu tentara Nipon mengajak seluruh masyarakat untuk melatih berbagai pelatihan, biak dari fisik maupun non-fisik. Tentara Nipon bertujuan untuk menyerang adanya kekuasaan Belanda di Papua pada khususnya.

Hanya karena Tentara nipon belum tahu pengunungan maka Moses dipanggil untuk menunjuk jalan menuju Pegunungan Papua.  Adapula tentara Nipon menawarkan dengan Berkata demikian. Kalau Moses bantu Nipon ke Gunung, Nipon Kasih Rumah Bagus, Uang Banyak, dan Nona Bagus kepada Moses?  Namun hal ini tolak oleh Moses dengan alasan bahwa “ Moses tidak tahu sebab ia keluar sejak kecil dari kampung dan dia hilang ketika ia ikut petua saat itu mereka melakukan kunjungan ke Koperapoka”. Tetapi karena moses tidak mengenal Kampungnya dia dikeluarkan oleh tentara Nipon. 

Sejak  tentara nipon meniggalkan Mimika pada tahun 1945. Dan sejak itulah Moses mulai aktif sekolah di Sekolah Rakyat. Pada masa itu dia adalah orang pertama Amungme yang mengenyam pendidikan Formal dan mendapat gelar Diploma guru pada 25 Juli 1953. Atas kerja sama dengan beberapa pater di pegunungan tengah Papua,  serta atas undangan Pater Misael Kamerer Moses harus mengabdi di Paniai. Sementara dia mengajar, Ia bersama pater Misael Kammerer mengunjungi berbagai tempat di Pengunungan tengah Papua.  Khususnya di Bugalaga dan  wilayah suku Amungme di sana. Rencana mereka berkunjung untuk mengumpulkan anak-anak muda  selagi usia muda untuk mendapatkan pendidikan yang selayaknya untuk menyekolahkan di Kokonao. Mereka mengumpulkan 5 anak dan terus berjalan ke Kokonau dari Paniai. Mereka tinggal seminggu di Kokonau untuk menyekolahkan 5 anak Amunggme itu di sekolah Rakyat Katolik di Kokonao.

Tidak lama di Kokonao Pater Misael Kammerer dan Moses bersama kokinya mereka kembali lagi ke Paniai.  Selama perjalanan mereka melaksanakan pekabaran Injil atau misa Ibadah di setiap kampung. Perjaanan pekabaran injil hingga di Ilaga dan wamena. Dan pada akhirnya 11 April 1954 tiba kembali di Enarotali, Paniai. Pada pertengahan itu juga Moses sekolahkan Otto Onawame yang meninggal beberapa tahun lalu di Vanuatu.  Dengan begitu tegas atas pekerjaannya sehingga Moses Kilangin sering disebut dengan nama Uru Me Ki, yang berarti “Guru Besar”.

Moses Kilangin sebagai orang pertama diploma Guru, maka dia hendak merasa tidak ingin untuk mengajar di Enarotali dan muncul pemikiran bahwa di kampung sayapun juga masih terbelakang, sehingga dia komunikasi dengan Pater Kammerer  dengan bunyi demikian “Saya merasa kasihan kepada orang-orangku suku amunggme. Karena itu saya mohon kiranya satus saya sebagai guru subsidi ditarik kembali dan saya ingin pulang ke kampung di tengah masyarakat Amungme”. Mendegar Moses di Izinkan untuk balik membangun daerah. 

Dengan kemauan dan keinginan Moses Kilangin, ia membangun beberapa pondok kecil di seluruh kampung di Amungme untuk mengayomi masyarakat dan mewartakan Injil,  dia sebagai Katakese. 

Moses Kilangin pada awal 1950 sampai akhir 50-an ia mengelilingi pelosok-pelosok kecil di Amungme bersama anak buahnya atau Kokinya.  Dalam rangka tugas mengujungi warga. Di setiap kampung selalu saja terjadi perang antar marga dan antar kampung. Perang terjadi akibat kecemburuan sosial dan masalah perempuan.  Dalam peperangan itu puluhan hingga ratusan orang korban. Disetiap kampung yang sedang terjadi perang Moses meminta agar perang dihentikan dengan cara : mengumpulkan pihak yang bertikai, memberikan pemahaman, mengumpulkan alat perang serta mewartakan Injil dan kebenaran.  Sehingga masyarakat Amunggme lebih tren memanggil Moses dengan sebutan Juru Damai.
Ketika pada 5 April 1967 pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Pertambangan, Slamet Brantanata dan perwakilan PT. Freeport menandatangi Kontrak karya untuk 30 Tahun. Namun sebelum  kontrak karya itu berakhir diperpanjang lagi kontrak kedua untuk 20 tahun lagi (1997-2017).  Sementara setelah adanya Perjanjiang itu, menyiapkan alat berat untuk eksplorasi, namun dengan itu warga Amungme yang tingaal di Waa dan Banti sangat marah karena mereka menyakini bahwa gunung Grasberg  itu disebut dengan Nemangkawi diyakini bahwa tempat keramat dan jarang mereka Nemangkawi. 

Ketika aktifitas PT Freeport mulai merunkan alat berat. Namun ada pula masyarakat adat di Banti dan Waa memalang kegiatan Freeport itu, tetapi orang yang terkenal saat itu hanya Moses Kilangin. Forbes Wilson mengeluarkan surat untuk mencari Moses. Moses sejak itu berada di Kokenao sehingga Wilson menawarkan untuk bersama-sama ke Gresberg dengan tujuan berdialog dengan masyarakat Banti dan Waa. Moses pun ikut untuk ke Gresberg, Perlawanan dan pemalangan masih oleh masyarakat adat. ketika hingga di Nemangkawi meraka dihadang, namun mereka lihat Moses Kilangin sehingga mereka menurunkan panah dan berkata “Selamat Datang “Uru Me Ki” artinya bahwa guru besar”. Dengan kata-kata enak Moses membujuk mereka dan sebagian besar setuju untuk mengambil dan sebagian besar marah terhadap Moses Kilangin karena dialah yang membongkar Gunung Nemangkawi itu.

Pada tahun 1968 menjelang adanya Penentuan Pendapat Rakyat atau PEPERA 1968. Saat itu Moses Kilangin berada di Agimuga .  Moses Kilangin bersama dengan Philipus Kalanangame  di Tunjuk masyarakat untuk ikut PEPERA di Fakfak. 

Hingga di Fakfak mereka di intimidasi oleh Tentara Indonesia untuk ikut memilih Indonesia, mereka ditodong senjata sambil berkat “Apabila kamu memilih Indonesia kamu akan kami bunuh”.  Entah bagaimana  dalam kekejaman militer itu Moses dan Teman-temannya harus memilih masih tetap bergabung dengan Indonesia. Dan mereka fasilitasi untuk balik ke Agimuka. 

Hingga di Agimuga Masyarakat curiga bahwa Moses Kilangin dan bersama teman-temannya menghina masyarakat Amungme dan secara umum Papua. Sehingga ada dendaman dari masyarakat karena mereka percaya bahwa Moses pasti memilih Indonesia. Bukan hanya itu Masyarakat masih dendam juga dengan Moses sebagai Fasilitator PT Freeport. Moses bersama keluargaanya dikucilkan hingga mereka harus pindah ke Kaimana. Kaimana 2 tahun dan pada Tahun 1976 dia dipindahkan daerah yang kini disebut Mimika timur. selama tahun 1976 keatas masyarakat Amungme sangat marah dengan Moses hanya karena PT Freeport dengan PEPERA 1969. Dan keluarganya keluarganya menetap di Timika Indah.

Isi buku ini sangat menarik untuk di makan, sebab sosok seorang Moses Kilangin bisa menuliskan berbagai cerita dari Ia lahir hingga meninggal. Dia salah satu yang sangat terinspirasi adalah dia sangat mudah untuk menyesuaikan dengan berbeda bahasa, ketika ia berada di kawasan Dani dia mengunakan bahasa Dani, dan Mee, Moni, Kamoro, Sampan dan lainya. Dia patut perintis karena sosok Moses Kilangin adalah sejarahwan yang mana Ia membuka Sekolah, Gereja, dari selatan hingga Pegununga Papua. Selain itu dia juga menyekolahkan beberapa siswa seperti Otto Onawame dan lainya. 

Uru Me Ki adalah sebutan Moses Kilangin dengan arti Guru Besar. Dia menjadi Guru pertama di antara suku Amungme dan pengabdiannya sangat baik mulai dari Paniai (Enaro dan Epouto) dan Ilaga Beonga, Mimika Timur, Kokenao, Kaimana, Agimuga dan Kampung kampung kecil di kawasan Suku Amungme. Itulah yang membuat orang terinspirasi dari sosok Moses Kilangin. 

Karya sebagai perintis ini membuat beberapa pihak, termasuk Presiden Soeharto, Paus Santu Yohanis Paulus II, dan beberapa Pastor di Irian Jaya memberi penghargaan sebagai mengenang karya-karyanya yang Ia lalui.

Hanya dalam buku ini, pembaca akan mengeluh hanya mengapa Moses Kilangin berpartisipasi dalam Ekspedisi PT Freeport dan PEPERA 1969. Mungkin ada perasaan ini muncul ketika melihat keadaan Papua saat ini, karena hingga kini masyarakat Amungme dan pada seluruhnya Papua kini menghadapi masalah yang besar hanya dampaknya dari PT Freeport dan PEPERA 1969.

Harapanya dari buku ini, agar meniru perjuangan Moses Kilangin tetapi, sesuaikan dengan keadaan daerah itu sendiri masing-masing. Oleh karena itu, buku ini sangat baik untuk kita Papua karena banyak daerah yang hingga kini belum bangun yang kita harus bangun sesuai dengan kisah Moses Kilangin ini. Untuk menempuh satu tujuan, banyak cara yang kita ciptakan sesuai dengan keadaan daerah itu sendiri sesuai dengan perjuangan URU ME KI atau Moses Kilngin agar kita tidak tertinggal dengan kemajuan. 

Terimah kasih Moses Kilangin atas pencerahan yang engkau wariskan dalam Bukumu ini.


Post: KOSAPA I TIMIPOTU NEWS I MENONGKO

Wednesday, February 3, 2016

Doa Ibuku Beasiswa Bagiku


Oleh: Moses Namukigiba Douw

Moses Douw , Doc
Saya Mengumpukan Ribuan karuniawan untuk berdoa namun didoa ibuku selalu namaku disebut, itu yang disebut Doa Ibuku Beasiswa Bagiku.

    Seringkali saya tidak menghargai berbagai kata-kata perintah maupun motivasi dari ibu saya. Bahkan  pula semuanya itu saya tidak mendengarkan. Enta kenapa persoalan saya terhadap ibuku yang mengandungku. Kadang-kadang semuanya yang di bilang oleh ibuku menjadi masalah dalam diriku sehingga muncul sebuah kesenjangan dan aksi fisik saya terhadap ibuku. Seiring dengan ketidaksukaan saya terhadap ibuku telah diketahui banyak orang disekitarnya. Pada saat itu, saat yang tidak direncanakan saya di hadapkan beberapa petua di Kampungku. 

       Saya tidak ketahui mereka bisa datang bertemu dengan saya. Sehabis itu kami duduk dan membahas persoalan aksi fisik saya terhadap ibuku. Saat itu, diminta saya untuk menuliskan perbuatan buruk ibuku terhadap saya. Tidak memakan waktu lama saya menuliskan keburukan ibuku terhadap saya. Kemudian saya disuruh juga menuliskan kebaikan ibuku terhadap saya. Ketika itu saya terbayang, kebaikan ibuku lebih menonjol dari keburukan ibuku. Merenungkan itu, air mataku menderas di pipi kanan dan kiri saya bahkan bajuku basa akibat air mata. Wah saat itu lalu saya mendapatkan pengetahuan baru betapa pentingnya ibuku di kehidupanku. Betapa besar cinta kasih ibuku kepada saya pasti tak terhingga. (Inpirsi Bersama Ibu)

    Saya dihadirkan di sebuah kampung yang terjangkau dari berbagai akses di Pengunungan Tengah Papua. Salah satunya akses transporasi darat. Ketika itu, orang tuaku bertugas dan mengabdi menjadi guru di Namutadi. Dan kampung aslinya di Puyai Tigi barat, Deiyai. Wah ketika liburan kami harus jalan kaki dari Namutadi menuju Puyai dan Diyai. Ketika itu, dengan tidak lelah selalu gendong saya oleh ibuku dalam perjalanan pulang pergi dari Namutadi ke Puyai dan Diyai. Itulah kasih sayang ibuku untuk anaknya yang tidak pernah tahu oleh sebagian orang dibelahan dunia ini. Inilah kisah nyata yang aku pernah rasakan dalam hidupku bersama ibuku.

       Seiring dengan perkembangan saat hadirnya saya membuatku terinspirasi dan menjadi pelajaran dalam hidup ini, sebab saya belajar akan hidup ini awalanya seperti kertas putih yang diisi dengan kejadian yang didengar, dilihat, dan dirasakan. Dengan dihadirkan saya sebagai seorang manusia di Dunia ini tetapi, kadang dalam hidup saya selalu mengesampingkan ibuku, apalagi ketika saya juga merupakan seorang wanita yang datang menjadikan kita sebagai keluarga, tak tahu kehidupan ibuku yang mengandungku itu. Namun sikap saya seperti demikian, doa ibuku selalu bersamaku. Dalam kehidupan sehari-hari kita pastinya melewati berbagai kisah bersama ibuku, dan berikut ini adalah kisah kurang baik yang pernah alami oleh saya bersama ibuku.

Tak Menuruti Perintah Ibu

      Berbakti kepada seorang ibu merupakan kegiatan kewajiban bagi seorang anak dalam hal ini meringankan pekerjaan ibu yang mengandung kita selama 9 bulan itu. Berbakti itupun ada efek yang besar didalamnya, tentunya dalam kehidupan seorang anak dalam hidupnya. 

      Ketika itu, ibuku mempunyai banyak ayam piarahan disekitar rumahnya. Maka setiap sore dan paginya ibuku selalu memberi makanan kepada ayam tersebut itu. Tetapi dalam perjalanannya ibuku jatuh sakit tiba-tiba. Hari itupun tak ada yang ibu tugaskan untuk memberi makan. Maka, ingin bagaimanapun ibu memberi tugas kepada saya untuk memberi makan, tetapi saya tidak patut tugas itu. Maka, kemudian katanya ibuku kepada saya dari pada Kamu tidak Bantu saya kerja maka kamu harus tinggal berjauhan dengan saya artinya Kamu harus tinggal di asrama. 

       Sehabis sakit, ibuku mendaftarkan saya di sebuah sekolah dan asrama yang berjauhan kira-kira 11 kilo meter dengan ibuku. Setelah ibuku daftarkan saya di sekolah dan asrama itu, ibu menyampaikan bahwa “patut dan ikutilah aturan di sekolah dan asrama”. Kemudian seminggu tinggl di asrama tak makan minum demi mengingat-ingat orang tuanku dikampung. Setelah lama di asrama, sudah terbiasa tidak tinggal lagi bersama dengan orang tuaku. Sangat jelas bahwa meskipun saya tidak membantu ibuku, dia berjuang untuk masuk asrama dan sekolah untuk berpendidikan demi hidupku, itulah betapa doa ibuku sangat tinggi dalam hidupku.

Mengabaikan Keperluan Ibu

      Ketika dalam kesibukan apapun entah mengapa keperluan ibu merupakan tidak harus diabaikan sebab dialah yang paling penting dalam keluarganya. Ketika saya berada di kelas 5 SD. Liburan awal tahun saya kembali pulang ke Kedua orang tuaku di Kampung kecil dibawa gunung yang menjulang tinggi. Sudah 4 hari di rumah orangtuaku. Ketika itu Bulan desember dimana orang kristen di Papua selalu merayakan Natal bersama keluarganya. Dengan itu, tiba saatnya tanggal 23 Desember 2005 saya dan beberapa teman lainya merencanakan bahwa tanggal 24 akan berangkat ke Hutan untuk cari kuskus. Harinya telah tiba, dipagi hari saya dipanggil oleh teman-temanku lalu saya angkat Panah dan Noken (Tas)  berisi Ubi. Tidak sampai beberapa detik menjelang angkat tasku. Ibuku terbangun dan berkata kepada saya “Moses Kamu sebentar ikut saya ambil Babi di Kampung Etogei karena saya sudah beli”. Jawab saya kepada ibuku “Ya ibu sekarang saya tunggu”. Kemudian saya ungkap kata itu, lalu saya keluar diam-diam lewat pintu depan dan pergi dengan teman-temanku ke Hutan.

      Sesampainya di hutan saya dan teman-teman saya berburuh kuskus, namun tak seperti biasanya. Ketika kami berburuh biasanya kami mendapatkan 5 sampai 10 ekor kuskus tetapi hari itu tidak dapat pula. Sehingga kami kembali dengan tangan kosong. 

     Enta mengapa seperti demikian? Karena saya tidak bantu ibuku, sesampai dirumah ibuku tak bertanya? Hanya ia melihat dan berkata “akan demikian bila anda tak membantu orang tua”. Saat itulah saya sadar bawa ibu itu sangat baik. Kemudian hari, saya selalu menuruti perintah seorang ibuku. Meskipun kesibukan saya seperti bagaimanapun. Sehingga ketika saya membantu ibuku itulah doa ibuku kepada saya yang pasti akan terkabul. Maka saya menyadari namun setelah memahaminya kelakuan saya itu, dan mengerti arti pentingnya mengutamakan kepentingan orang tua terutama Ibuku.

Doa ibuku Beasiswa Bagiku

   Saya menyadari bahwa kelakuan diatas ini merupakan kesalahan besar dan ketidakpatutan atau ketidakbaktian saya kepada ibuku yang mengandungku. Dalam kehidupan itulah kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh seorang laki-laki dan perempuan pasti mempunyai dan itupun dilalui dengan berbagai percobaan. Seorang akan melalui ketidaktahuan itu dengan mencoba. Sebab itu, sangat peting bagi kita untuk selalu mencoba berbagai persoalan dan pokok sosial yang ada, agar yang salah di perbaiki dan kemudian dijadikan sebagai pembelajaran dan perubahan mental.

        Kelakuan buruk saya terhadap ibuku diatas itulah berawal dari percobaan. Ketika saya mempertanyakan kepada ibuku tentang sikap buruk saya, yang saya paparkan diatas ini. Maka saat itu ibu memberikan beberapa pernyataan saja bahwa “ketika keadaan seperti itu maka anak tidak perlu memberlakukan dia sebagai orang tak dewasa karena itulah proses belajar”. Hal ini yang mengkagetkan saya, ketika waktu masa kecil ibuku tidak pernah marah sama saya meskipun selalu membuat kesalahan. Itulah rahasia ibuku. Kasih ibu selalu ada dalam setiap langkah hidup kita namun kita rasakan.

       Ketika itu saya sadari perilaku yang buruk terhadap ibu, pasti adanya perubahan dalam kehidupan. Seperti seorang yang selalu balapan di jalan raya, seakan harinya jalan raya milik dia sendiri. Saat dia laju di jalan raya yang beraspal itu tiba-tiba menabrak trotoar jalan. Hanya saja dia tidak kena luka dan meninggal. Hal ini dia akan sadar bahwa Balapan motor demikian membahayakan orang ataupun menghilangkan nyawa ketika dia sendiri rasakan enaknya jatuh dengan motor. Seperti itulah pengalaman saya sewaktu kecil bersama ibuku. Ketika saat ini saya berpikir bahwa ibuku sangat motivator dalam hidupku. Ibuku selalu memahami perkembanganku, kelakuanku yang kurang baik. Dengan itulah refesensi untuk menyampaikan kepada saya. Maka dengan kata-kata ibuku membuat hidupku berubah.

       Saya sering berdoa kepada yang berkuasa demi menuntut kehidupan yang lebih baik, khususnya dalam menuntut ilmu di Tanah rantau. Selama berpendidikan di tanah rantauan tidak banyak kata yang disampakan kepada saya oleh ibuku. Dan saya selalu menaati berbagai tugas yang diberikan kepada saya dan perintahnya. Maka, dengan kelakuan saya yang lebih baik dan berubah pada dasarnya yang dahulu, maka hati seorang ibuku selalu merindukan diriku dalam doa dan mimpinya.

     Dengan kelakuan baikku membuat ibu kagum dengan saya, yang pada awalnya kelakuan kurang baik pada ibuku itu. Hal perubahan inilah membuat ibuku terbayang dalam setiap doa yang Ia doakan. Pasti dalam doa Ibuku banyak yang Ia sebut namun Setiap doa Ibuku Namaku disebut. Apalagi ibu selalu berdoa demi pendidikan saya selama di Tanah rantauan. Maka itu saya Sebut Doa Ibuku adalah Beasiswa Bagiku.

Referensi: 

Suharya Dy, Purnomo Dian. 2014. Ketika Ibu Melupakanku. Yogyakarta: Gramedia.  
Maksum. Syukron. M. 2009. Di Doa Ibuku Namaku Di sebut. Yogyakarta. PT. Pustaka Marwa

Tuesday, February 2, 2016

Sayangi Masalah Papua Di Tangan Anak Muda

Masa depan Papua dan Masalah Papua ada ditangan anak muda.
Sayang masalah adalah Mencintai Papua dengan Hati
Cinta Papua dari Keindahanya adalah merusak
Masalah Itu Tanggung Jawab Anak Muda,
Maka Cintai Papua dari Masalah Bukan dari Keindahan.

Oleh: Moses Douw

Rasa kecintaan kita terhadap tanah air kadang muncul banyak pendapat, kadang cinta tanah air disebut dengan Nasionalisme dan Patriotisme. Menurut Wikipedia, Nasionalisme merupakan paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional. Sedangkan Patriotisme Menurut Wikipedia, adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga.

      Pengertian diatas ini tanpa aktor maka akan mati suri diantara anak muda, anak muda sangat berperan penting dalam Nasionalisme dan Patriotisme dalam kehidupan berbangsa demi terwujudnya kejayaan daerah. Maka dengan itu, anak muda lebih dikenal dalam artian bahwa Kekuatan (Power) yang bisa mempertahankan eksistensi dan keberadaan dirinya dan tanah airnya. Anak muda secara langsung bisa diartikan sebagai seorang siswa, mahasiswa dan Sarjanawan. Tanggung jawab terhadap tanah air akan terbentuk ketika seorang dari diatas ini merasakan dimana dia berasal dan latarbelakang seorang itu berasal dan memperjuangkannya.

   Dengan demikian bagaimana dengan Papua. Tanah Papau itu sendiri memiliki perkembangan asal usul nama pulau Papua memiliki perjalanan yang panjang seiring dengan sejarah interaksi antara bangsa asing (Indonesia, Belanda, Jepang dan lainya) dengan masyarakat Papua. Secara rinci Papua adalah daerah (Negara) yang paling luas dalam negara kolonilisme Indonesia. Dan dikenal oleh manca negara dengan panorama indah dan berbagai budaya, sosial, lingkungan yang sangat menjadi perhatian. Dengan keindaan Papua itu, datanglah berbagai pengunjung. Dengan keindahan itu, dikenal dari beberapa sudut pandang, berdasarkan pengamatan individualis dan kelompok sehingga itu menjadi masalah utama di Tanah Papua yang sangat mengundang pengunjuang dari mancanegara yang membuat alam dan kekayaan Papua eksploitasi. Dengan dikaenalnya dan di Aneksasi Papua kedalam Indonesia muncul berbagai persoalan yang tak pernah terselesaikannya yakni sebagai berikut:

Bidang Pariwisata 

      Papua sudah dikenal dengan sarang pariwisata yang pada awalnya di kenalkan dengan berbagai tempat pariwisata yang menarik. Alam Papua secara langsung memberi pemandangan yang indah pada dasarnya. Ketika Papua awal masuk kedalam pangkuan Indonesia secara ilegal, Indonesia telah mengambil ahli untuk mengolah Tanah Papua sebesar-besarnya untuk Asing dan Bangsa Jawa. Pernyataan seperti demikian, yang akan membuat Bangsa Papua tak ada gunanya. Hal ini dipertegas dalam Video Dokumenter “PAPUAN VOICES” menyatakan bahwa “Raja Ampat di kuasai asing dalam hal ini memberi kesempatan kepada Investor untuk mengola Raja Ampat”. Ketika tonton video tersebut “Kekuasaan orang Papua sebagai pemilik hak ulayat dan hak leluhur tak ada, keberadaan orang Papua hanya sekitar 10%”. Disana, semua Homestay banyak di buat oleh orang non Papua, dan dalam video itu, orang Papua yang membuat Home Stay hanya 2 orang saja.” Orang luar datang hanya mencari nafkah dengan cara mengesampingkan orang Papua dan Pembangunan Papua.

     Kemudian salah satu hal yang sangat menyebalkan di mata Papua yang selalu di presentasikan dan dipublikasi yakni hanya Keindahan alamnya. Indonesia tidak pernah publikasi ketidakadilan dalam Pariwisata dan sisi negatif Indonesia terhadap Daerah Papua. Perilaku demikian ini membuat Papua tidak berkeinginan untuk bergabung dengan Negara kolonialsme Indonesia. Pengkajian hal ini sangat berkaitan dengan status Politik Papua.

Bidang Politik dan Pembangunan

       Papua merupakan pulau yang disebut dengan kaya akan alam atau sumber daya yang melimpah. Mulai dari hutan, laut, batu dan lainya. Dengan melihat kekayaan tersebut banyak yang merindukan dan eksplorasi berbagai macam Kekayaan Alam di Papua sedangkan orang aslinnya miskin di atas tanah itu. Berbagai eksplorasi yang di lakukan oleh Pemerintah Indonesia dari Rezim ke Rezim. 

     Hal eksplorasi ini mengakibatkan orang Papua tak ingin diam dengan hal tersebut, keinginan muncul bahwa mereka hadir untuk memusnahkan seluruh alam dan segala isisnya. Dampak dari eksplorasi di Tanah Papua selalu meningkat. Dampak yang selama ini di rasakan oleh masyarakat Papua adalah hasil limbah yang diproduksi oleh perusahan besar, salah satunya seperti PT Freeport. Pengambilan tanah adat oleh berbagai masyarakat dari Indonesia (bukan orang asli Papua) sehingga muncul ketidakterimaan dari warga setempat. 

     Eksplorasi juga tak seimbang dengan pembangunan di daerah Papua. Misalkan saja Timika, kota ini sangat buruk dari kota yang lain di Papua. Pada hal kota ini sudah ada berbagai Perusahan milik daerah dan pusat, salah satunya PT Freeport dan Palm. Pembangunan dari akibat eksplorasi tidak kentara di Papua. 

      Orang asli Papua percaya bahwa dengan adanya Eksplorasi adalah sikap Pemerintah pusat yang tidak bertanggung jawab dan sikap Aneksasi Papua ke Indonesia merupakan sia-sia serta aneksasi di lakukan untuk sementara, hanya untuk mencuri berbagai kegiatan Sumber Daya Alam di Papua. Akibat dari eksplorasi secara sembarangan dan ilegal atau tidak berdasarkan keinginan rakyat sehingga dimana muncul pikiran pemisahan dari NKRI. Muncul separatisme di Papua ulahnya adalah Pemerintah Pusat yang kurang bertanggung jawab seperti demikian.

      “Dari pangkuan ke pangkuan, secara tak langsung setiap kali penjajah masuk ke tanah Papua sangat berbeda, pembagunan dan perkembangannya pun”.  Sepata demikian banyak ditekankan oleh orang Papua sendiri sebagai penderita.

      Sejak Belanda menguasai Papua ketika itu melakukan pembangunan yang manusiawi sebab, pembangunan saat itu tak berpengaruh dengan ekosistem disekitarnya atau di sekitar wilayah pembangunan. Tetapi ketika Papua setalah menginjak kaki ke Pangkuan Indonesia sangat di kuras oleh Kapitalis Indonesia dan asing atau biasa di sebut dengan kapitalisme guncang bumi Papua. Namun tak hanya ekosistem yang hilang musnah tetapi juga manusia Papua juga mulai di musahkan dengan berbagai cara oleh Indonesia, lebih sering disebut dengan Pemusnahan Etnis Melanesia di Tanah Papua (Baca Buku: Pemusnahan Etnis Melanesia).

      Ketika kita mengenal lebih dalam tentang Papua merupakan status perjuangan Papua yang hingga kini menjadi masalah yang ditanggapi oleh Belahan Dunia dan beberapa negara. Sejarah Papua dimanipulasi dan PEPERA di laksanakan dalam keadaan ketegangan dan manipulatif oleh Indonesia. Hal ini adanya kepentingan Politik antara Amerika dan Indonesia.  Sejarah mencatat bahwa Papua telah merdeka saat 1961 yang tak di banta. Maka kini dimana kita sebagai anak muda dalam memperjuangan sejarah kebenaran itu

    Setelah pucuk kemerdekaan Papua dirampas oleh Indonesia negara kolonialisme, akibatnnya kita lebih merenungkan tentang pembangunan di Papua, anehnya sementara membangun Papua beberapa mekanisme yang di praktekkan dengan jalur lain diantaranya menguasai  Tanah, mengeksplorsi, mengintimidasi dan terjadi pencemaran ekosistem, sosial, politik, ekonomi dan lainya di Papua sehingga kita merenungkan pembangunan di Papua adalah Pembangunan dualisme.

      Dengan demikian, adanya otonomi seharusnya pemerintah lebih mengembalikan seluruh kewenangan dari pusat ke daerah, seperti hak ulayat. Seluruh tanah di kuasai oleh ketua atau kepala suku setiap daerah namun semuanya di kuasai negara mulai tanah hingga pemerintahan. Sebab dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia tak seimbang. Misalkan di Kalimantan “seseorang memiliki tanah ketika mendapatkan ijin dari kepala suku, Yogyakarta dan sekitarnya tanah di miliki oleh pemerintah daerah tak ada hak milik, dan sebagainya. Ini menjadi contoh ketidakseimbang dalam mengurus pertanahan di Indonesia”. Hal demikian kita merenungkan terlebih dahulu bahwa sebenarnya ada apa Indonesia di Papua. Apakah ingin membangun atau mau eksploitasi?

Sosial Ekonomi 

      Persoalan ekonomi pada saat orde Baru Pertumbuhan ekonomi berkembang di Papua dengan kepemimpinan yang otoritarian oleh Bung Harto sehingga Papua tidak di katakan sebagai Pulau yang tidak gagal di bidang ekonomi yang mana mengembalikan fungsi ekonomi Kerakyatan. Tetapi pada perjalanannya pada tahun 2001 memberi UU no 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus Papua hingga saat ini. 

     Setelah Papua diikat dengan UU otsus banyak masalah yang di hadapai oleh seluruh masyarakat Papua yakni masalah birokrasi yang korup, kurang memberdayakan masyarakat dan lainya. Sehingga pada akhirnya ini, yang di perlukan di Papua merupakan Pendidikan yang layak,  ekonomi yang layak dan reformasi birokrasi di Papua. Jika persoalan ini, tidak di atasi maka disitulah kegagalan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membangun Papua yang maju dan berkembang. Salah satu persolan yang hingga sampai saat ini menjadi pertanyaan adalah dengan adanya otonomi khusus, masalah Papua atau masalah kemiskinan akan selesai ataukah tidak?

     Dana otonomi khusus hingga saat ini selalu mengalir ke Papua, namun kemiskinan di Papua selalu meningkat. Dimanakah kepergian uang negara? Apakah mereka sendiri tarik kembali oleh Pemerintah pusat ataukah elit politik lokal?  Selama ini uang otonomi khusus tidak pernah dis entuh oleh masyarakat Papua. bila mereka sentuh uang tersebut berarti orang Papua sejahterah dan kemiskinan pun berkurang diatas tanahnya sendiri. Sehingga masyarakat Papua percaya bahwa dana otsus adalah almarhum atau sudah meninggal karena tidak beredar uang otonomi khusus tersebut.

      Pemerintah pusat tak bertanggung jawab dengan kepercayaan tersebut, tidak bertanggung jawab dalam artian bahwa seharusnya mengawasi peredaraan dana otsus. Karena kemiskinan di Papua sudah mencapai 60% tetapi pada perjalananya kemiskinan berkurang  dan pengganguran bertambah sekitar 30%. Sehingga dengan itu, perlunya ada pengawasan dana otsus dari anak muda dan semua intansi dan agar menghilangkan ketidak percayaan orang Papua terhadap Indonesia.

    Sosial Ekonomi di Papua tak juga lepas dari undang-undang Otonomi Khusus yang dalamnya berbunyi tentang: “1). Pembangunan perekonomian berbasis kerakyatan dilaksanakan dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat adat dan/atau masyarakat setempat. 2). Penanam modal yang melakukan investasi di wilayah Provinsi Papua harus mengakui dan menghormati hak-hak masyarakat adat setempat. 3). Perundingan yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, dan penanam modal harus melibatkan masyarakat adat setempat”. (UU Otsus Papua)

Sosial Budaya

        Papua juga terdiri dari berbagai suku dan berbeda pula budaya yang di miliki oleh setiap suku itu sendiri. Suku yang terkenal hingga kini adalah sebagai berikut Dani, Moni, Mee, Amungme, Wate, Arfak, Asmat dan lain sebagainya.  Sehingga Papua disebut dengan kaya akan budaya. Secara umum Papua di bagi menjadi 7 suku adat dengan memperhatikan sikap dan partisipasi masyarakat yang sama.  Budaya Papua sangat kaya serta berbagai bahasa yang dimiliki oleh setiap suku di Papua. Budaya Papua sangat primitif di mata  orang lain atau di mata orang luar dari Papua tetapi di mata kami budaya kami sangat kaya karena manusia hidup di atas kekayaan budaya. 

      Eksplorasi Budaya sangat terlihat ketika Otonomi khusus berlaku di Papua seperti yang kita tahu bahwa Koteka adalah Pakaiaan adat Suku di pengunungan Papua. Tetapi bagaimana dengan tanggapan dari luar seperti stigmasisasi Koteka sebagai Pornografi. Berarti bahwa Indonesia tidak menghargai keanekaragaman budaya di Indonesia (Bhineka Tunggal Ika). Dan banyak lagi stigmasiasi seperti di Wamena bahwa orang yang pake koteka dilarang  masuk ke kota Wamena, pada hal semuanya sudah di atur dalam UU otonomi khusus untuk selalu mempertahankan budaya.

       Khususnya persoalan yang di perdebatkan di Pemilu 2014 lalu bahwa sistem noken di Papua di tolak oleh sebagian banyak orang yang di tolak dengan adanya pemilihan mengunakan Noken dengan alasan bahwa sistem noken adalah menghambat proses demokratisasi di Indonesia tetapi Noken perlu harus digunakan sebagai mengangkat harkat dan martabat manusia Papua sesuai dengan regulasi yang ada dalam UU otonomi khusus untuk Papua yang dalamnya mengatakan bahwa perlunya mengangkat budaya orang Papua di publik agar budaya tetap di pertahankan oleh Orang Papua.

      Oleh karena itu, dengan adanya stigma, orang Papua tak akan percaya dengan danya Indonesia karena memang suku di Papua hidup berlandaskan budaya setempat. Selayaknya seperti budaya jawa. Agar terjadi Papuanisasi di Papua itu sendiri bukan hanya jawanisasi di seluruh Indonesia. Maka mau dan tidak mau perlunya mengangkat budaya orang Papua di publik secara adil agar tidak terjadi perpecahan dan masalah diantara kita

       Persoalan seperti diatas ini tak lepas dan sangat berkaitan dengan UU otonomi khusus Papua seperti yang berbunyi demikian. “1). Pemerintah Provinsi Papua wajib mengakui, menghormati, melindungi, memberdayakan dan mengembangkan hak-hak masyarakat adat dengan berpedoman pada ketentuan peraturan hukum yang berlaku. 2). Pemerintah Provinsi wajib melindungi, membina, dan mengembangkan kebudayaan asli Papua. 3). Pemerintah Provinsi berkewajiban membina, mengembangkan, dan melestarikan keragaman bahasa dan sastra daerah guna mempertahankan dan memantapkan jati diri orang Papua”. (UU Otsus Papua). Ketika kita mengenal dan mengamati masalah yang berkaitan dengan Papua sangat kompleks. Maka apakah Anak muda sekarang sayangi masalah Papua atau tidak?
Sayangi  Dan cintai Masalah di tangan Anak Muda

       Setidaknya Papua yang kaya akan Alam ini, kaya pula masalah sosial atau penyakit sosial. Setidaknya persoalan Papua sangat kompleks dan ketika kita analisis persoalan akan muncul persoalan yang mikro hingga persoalan yang makro. Analisis persoalan diatas ini sebagian kecil dari semua persoalan di Papua, tetapi persoalan yang diatas inilah yang terjadi di Papua secara berkelanjutan. Masalah kita ketahui sebagai demikian apakah kita cinta Papua atau tidak? Cinta Masalah Papua adalah Sayang Papua dari Hati.

      Sangat disayangkan anak muda disaat ini cinta terhadap tanah air Papua atau tidak? Lebih khusus pada Masalah yang terjadi disetiap daerah di Papua. Karena Masalah dan persoalan Papua akan selesai apabila anak muda sayang dan cinta terhadap Masalah dan persolan itu. 

       Secara langsung seharusnya anak muda Papua atau generasi penerus Papua pahami, apa yang harus kita cintai dan sayangi terhadap Papua dan masalah Papua. Berikut ini adalah beberapa konsepan yang mendasar untuk mencintai dan menyangi Papua dari hati

Bangga menjadi Anak Muda Papua

          Papua dilimpahi berbagai keunikan didalamnya, Keunikan Warna Kulit, Pulau Papua yang berbentuk Kanguru, Burung cendrawasih, Makanan khas Papua (Ubi Sagu), budaya, alam dan segala isi perut BumI Papua lainya. Hitam kulit Keriting rambut, adalah manusia Papua yang tinggal dan menetap di Pulau Burung Papua dengan  ras melanesia yang di satukan melalui Region samudra Pasifik. Saya bangga mejadi orang Papua, sebab saya diakui dengan lagu daerah saya “Hai Tanahku Papua” dan Lambang Negara “Burung Mambruk” serta Bendera Negara “ Bintang Kejora”. Lihat saja berbagai persoalan akan muncul dari ketika tidak ada intervensi dalam masalah Papua. Maka dengan itu, bagaimana tanggung jawab saya dalam menjalankan dan mewariskan berbagai keunikan demi terjaganya etnik Papua yang berbeda dengan yang lainya. Tentunya adalah tanggung jawab kita bersama terutama anak muda Papua, karena Cinta Tanah air dipunggung Anak Muda Papua.

Melestarikan Budaya Papua

       Secara langsung budaya adalah hasil cipta dan karsa Manusia. Papua dikaruniai 225 suku dan ratusan bahasa. Terdiri pula beberapa Keunikan budaya Papua yang kita tidak bisa lupakan. Kebudayaan yang dimiliki di Papua tak sama dengan budaya disetiap suku lapisan bumi ini. Kebudayaan Papua itu sudah lama bertahan dan diwariskan oleh nenek Moyang Papua

       Papua bersama kebudayaannya kini telah memasuki era Globalisasi dan Modernitas. Ketika Papua itu di kenalkan oleh orang Asing saat itu di negara lain sudah berkembang pula. Berkembang dalam artian bahwa dengan adanya Globalisasi dan Modernitas dari negara berkembang mudah untuk intervensi melalui budaya kami Papua. Kita tahu bahwa perkembangan Papua tak melalui proses Pertumbuhan karakter dan Budaya. Seperti yang dikemukakan oleh Wolt Witman Rostow, perbandingan pertumbuhan ekonomi dengan perkembangan manusia. Kini yang dikenal dengan “Masyarakat Tradisional, Lepas landas, kearah kedewasan dan masa komsumsi tinggi”. Ketika kita bandingkan Papua dengan teori ini, Papua tidak melalui metamorfosis budaya dan Sikap hidup masyarakat Papua. Yang masyarakat Papua rasakan hanya Perubahan dari Masyarakat tradisional hingga langsung menjadi Masyarakat konsumsi tinggi. Perkembangan yang tak berdasarkan proses ini akan berakibat juga pada Budaya Papua. Maka budaya orang Papua sangat mudah untuk dihancurkan oleh Modernitas dan Globalisasi.

         Oleh karena, Papua tidak berkembang melalui tahapan proses perkembangan dari tahap ke tahap sehingga sangat membutuhkan peran dari Anak-anak muda dari tanah Papua. Dari berbagai serangan globalisasi dan modernitas apa yang kita harus persiapkan? Tentunya kita sebagai orang muda Papua untuk bagaimana melestarikan Budaya kita di Papua. Banyak hal yang kita laksanakan demi melestarikan Budaya. Salah satunya, Memakai pakaian adat pada saat Festival dan pesta adat, memahami pribadi dan suku dimana orang Papua berada, memahami Perkembangan orang Papua, mengangkat martabat orang Papua, berpikir berdasarkan Budaya dan adat Papua serta hidup berbudaya di tengah Modernisasi dan Globalisasi. Kemudian kita sebagai Anak Muda Papua perlunya membangun pemahaman tetang pentingnya budaya Papua

Anak Muda Memahami Masalah Papua

       Perkembangan Papua dari jaman ke jaman selalu berubah. Perkembangan dari Zaman Belanda dan Indonesia sangat berbeda jauh. Tentunya ada dampak positif dan negatif terhadap Papua diseluruh bidang seperti: Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Lingkungan serta Pembangunan. Ketika kita paparkan dan menganalisis terhadap beberapa bidang diatas ini pasti merupakan penjelasan panjang, tetapi itu menjadi bahan bagi analisis persoalan untuk kita.

       Tentunya terlihat bahwa, pemahaman anak muda terhadap Papua kini mulai menurun apalagi Nasionalisme dan patriotisme anak muda suda mulai Pudar. Sering muncul pemahaman terhadap Papua berdasarkan sukuisme dan margaisme. Seharusnya memahami bukan hanya saja kedaerahan. Ketika kita membahas tentang masalah Papua berarti cara kita untuk bagaimana meminimalisir ketidakwajaran yang terjadi di Papua melalui Organ. Secara jelas bahwa Masalah Papua di tangan Anak Muda. Apakah masalah itu dibesarkan dan dikuasai atau tidak?

     Oleh karena itu, nenek moyang Papua telah mewariskan kepada kita bukan untuk menjadikan pusat persoalan tetapi bagaimana kita memahami dan mengurangi Masalah Papua. Sekira bahwa hanya memahami masalah saja tidak cukup, tetapi pengkajian terhadap masalah itulah bagaimana mencari jalan keluar sebagai tugas dan tanggung jawab kita. Intinya bahwa bila saya dari Papua maka saya harus tahu Papua itu seperti apa dan sedang mengalami masalah seperti apa? Agar anak muda menjadi solusi dalam masalah di Papua.

Menggunakan Produk Lokal.

       Ketika Papua dikenalkan dengan daerah lain, begitu pula berbagai barang produksi dari negara lain sudah terisolasi dan terdistribusi hingga sudah komsumsi oleh seluruh masyarakat Papua. Sedangkan banyak produk lokal yang kita tidak hargai dan tidak dikomsumsi.  Secara umum di Papua terdapat beberapa barang yang diproduksi di Papua. Papua terdapat barang produksi lokal dan modern. Produk lokal seperti, makanan lokal, minuman, pakaian, cara berpikir lokal, dan lainya. Sedangkan, produksi modern adalah produksi Kopi lokal, pakaian produk sekarang dan lainya. Ini adalah hasil cipta dan karya manusia Papua di setiap daerah dan suku. Maka dengan demikian, dengan adanya Produk seperti demikian apakah  kita mengunakan produk itu atau ingin menggunakan produk modern atau import

        Ketika kita berahli mencintai produk luar adalah kita menciptakan masalah baru dengan tak memndang identitas kita sendiri. Seharusnya bahwa kita berkonsisten dengan adanya produk lokal. Di Papua terjadi berbagai persoalan mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Yang anehnya sekarang bahwa Pemerintah berahli mengimpor beras dari luar untuk pemenuhan kebutuhn masyarakat dan kebutuhan pemerintah. Kenapa harus impor beras dari luar apabila orang Papua itu terdapat banyak makanan lokal yang bisa hidup tanpa beras dan lanya. Maka semuanya kembali pada kita semua bahwa kita ingin menciptakan masalah atau cintai masalah. 

        Oleh karena itu, masalah Papua tidak harus mengunakan konsep pemikiran luar atau cara mengatasi masalah tetapi dalam tulisan ini mengajak kita untuk bagaimana kita mengenal, mencintai dan menyayangi masalah Papua berdasarkan cintah dan kasih sayang terhadap masalah. Perdamaian, kemerdekaan melalui kasih sayang. Maka cintai Papua dari masalahnya bukan dari keindahannya, dan itu di tangan anak muda.

Referensi:
Undang-undang No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua
Suryawan, I ngurah. 2011. Dinamika Otsus dan Pemekaran Daerah di Papua. Manokwari. Cerpa.

Wednesday, December 23, 2015

Yesus: Tokoh Politik

Oleh: Moses Douw
Ilustrasi/menongko/ Moses Douw

Konsep tulisan kali ini berawal dari bagaimana Yesus memperjuangkan Politik  kebenaran dan kebebasan. Pembaca sekalian yang sangat Radikal dengan kontra Tulisan ini, saya pikir tulisan ini hanya merupakan tulisan yang bagaimana menuliskan berbagai kisah perjuangan Yesus dalam hal ini Keadilan dan kebenaran di Tanah sucinya, dikarenakan sehingga saya sangat memilih judul demikian, sebab seorang melakukan kontra terhadap keburukan menuju kebaikan adalah suatu permainan politik atau suatu seni yang mengukir dalamnya. Sehingga saya menyerukan kepada Pembaca agar jaga sikap dalam mengartikan Judul ini.

Dalam sejarah pokok orang israel merupakan beberapa fase yang pernah dilewati sebagai sebuah pemerintahan dengan kekuasaan berdasarkan monarki atau Kerajaan. Pada dasarnya terbentuknya kerajaan di Israel,  lahir dari Masa Prakerajaan hingga post kerajaan.  Dalam pandangan kerajaan mereka sebagai suatu masyarakat kesatuan yang tinggal dan mempunyai  keyakinan bahwa mereka hidup dan berkuasan di bawa pengawasan Allah, Ketika israel itu menjadi kerajaan sekitar 13 Seb. Masehi.

Ketika observasi mengenai kehidupan masa lalu Israel sangat sulit untuk menemukan hanya saja kita kenal dalam Alkitab Keluaran yang bisa membahas mengenai Bangsa Mesir yang menperbudak bangsa Israel. Sejak itu juga suku Isreal terlahir sebagai suku yang solid antar sesama mereka dan membangun Fraternal dalam kerajaannya. Pada dasarnya suku Israel ini pernah melewati tiga fase yang dikenal oleh dunia historis yakni Israel kuno, Israel Kerajaan dan Israel pembuangan.

Dengan banyak tantangan yang di hadapi serta berbagai masalah sehingga terbentuk klan familiar atau solid antar suku Israel untuk membangun suatu kerajaan yang kokoh demi mempertahankan berbagai terobosan atau intervensi dari luar. Kemudian yang menjadi ciri kas dari pengalaman perjuangan suku Israel dengan politik dengan memperlihatkan kehebatan dalam mempengaruhi berbagai lapisan masyarakat di Dunia. Latar belakang terbentuk negara Israel berawal dari berbagai penindasan sehingga negara Israel menjadi fundamen keadilan dalam  negaranya dan tak ada peindasan antar negara dan masyarakat.

Dalam sejarah Bangsa israel yang tua ini, mereka mempunyai dua tempat yang sangat dikagumi sebagai tanah mata pencaharian. Yang kini dikenal kedua daerah itu adalah Yudea dan Galilea. Sehingga daerah ini dijuluki  sebagai daerah tak murni, sebab daerah ini terintervensi dengan daerah lain sehingga siapa saja melakukan asimilasi dengan suku diluar Suku Israel. Sehingga terjadi banyak diskriminasi antar orang yahudi itu sendiri.

Kemudian kelahiran Yesus saat itu, sementara dibawa kaisar Agustus yang diperkirakan  sejak 6 Sebelum Masehi.  Sementara saat kelahiran Yesus dihubungkan dengan suhu politik di Palestina. Keadaan politik di Palestina yang sangat mencolok sehingga israel membentuk 2 kubu perlawana terhadap kekuasan politik Romawi. Yang dikenal hingga kini adalah kelompok Zelot dan Sicarii. Muncul kedua organisasi ini dengan tujuan agar mengusir berbagai ketidakadilan diatas tanah Palestina. Dalam kedua gerakan tersebut ikut serta juga murid Yesus yang namnya Simon Petrus. Seingga hal ini membuat Pilatus menuduh Yesus adalah anggota dari Kedua Organisasi Perlawanan itu. Namun, tuduhan itu Yesus di tolak dan memposisikan diri Yesus bukan sebagai Angota Kelompok itu.

Yesus mengamati keadaan di Tanah pemberihan Allah ini menjadi tanah pembantaian, Pemerkosaan, penindasan antar kelas sosial sehingga Yesus dengan pewartaannya tentang Kerajaan Allah, ini memancing reaksi orang untuk mengikutinya dalam hal ini salah satu organisai tadi Zelotisme menjadi pastisipan dalam mengikuti Ajaran yang Yesus Wartakan. Hal ini secara tidak langsung Yesus Mengusir berbagai Bangsa penjajah dan menjadikan Tanah Yahudi sebagai tanah yang diberikan oleh Allah untuk mewartakan Kebenaran. Ketika Yesus diikuti oleh kelompok Zelotisme ini Yesus Kecam karena organisasi ini adalah organisasi yang sangat  berlawanan dengan pemerintah saat itu. Dengan tujuan agar Yesus memperjuangkan dengan tak adanya bebagai organisasi yang ikut gabung dalamnya. Agar tak ternodai dengan ajaranya.

Menurut Yesus kerajaan Allah adalah kerajaan yang berasal dari Allah. Kerajaan Allah ini tak terintrvensi dengan berbagai praktek Politik di saat itu. Yang dimaksud Yesus dalam kerajan adalah kerajaan yang penuh damai dan cinta kasih terhadap sesama manusia.  Yang pada intinya bahwa Yesus melawan dengan adanya kerajaan yang penuh ketidakadilan dan hadirkan kerajaan Cinta Kasih kepada sesama sesuai dengan ajarannya.
Berdasarkan uraian yang cukup jelas ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pilitik yang Yesus perjuangkan adalah berdasakan Ajaran Kerajaan Allah. Tetapi Yesus tidak tergabung dalam organisasi politik yang saat itu berkuasa antara Zelotis dan Sicarii, dan partai Politik lainya. Tetapi Yesus hanyalah menjadi Tokoh Politik yang memperjuangjan tegaknya kerajaan Allah. Tetapi dengan adanya perjuangan sangat panjang yang ia jalankan, selama pejuang pembela kebenaran maka beberapa yang Yesus pernah perjuangkan adalah sebagai Berikut:

Pertama: Yesus sangat mengecam dengan adanya status Politik dan Agama. Yesus sangat antusias dengan sikap Satus Quo dalamanya Yesus menentang orang kelas atas agama, Politik, dan Sosial yang pada intinya orang kelas atas memandang orang kelas bahwa rendah. Hal ini terbuki juga bahwa bisa dikatakan Yesus juga pencetus Komunis secara tidak langsung. Karena ciri-ciri pejabat dan orang kelas atas pada dasarnya orang munafik yang suka hanya menindas orang kelas menengah bawa dan kelas bawa.  Secara langsung Yesus sanga menentang ketidakjujuran dan ketidakbenaran. Dan Ia memperjuangkan Keadilan dan Kebenaran dalam Hidup Mereka. Kenapa Yesus melawan status Quo karena Yesus sangat tidak senang dengan adanya kelas sosial atas yang menindas kelas bawa.

Kedua: Sementara Yesus memperjuangkan Status Quo, Yesus juga tak senang juga dengan adanya orang miskin, orang tak mampu. Sehingga Yesus juga memperjuangkan keadaan orang miskin agar mereka juga hidup sejahtera.  Hal ini dalam bahasa Latinya adalah  Bonum Comunne yang pada artinya: tidak boleh ada orang miskin, manusia tidak boleh dimarjinalkan oleh kelas atas, berdasarkan perjuangan Yesus yang memperjuangan orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengan dan lainya.

Ketiga: berdasarkan hukum dan berbagai penindasan atas masyarakat di Israel yang selalu tidak adil antara pejabat romawi dan warganya. Maka Yesus adalah salah satu orang   yang memperjuangkan bagaimana Yesus memposisikan dirinya untuk berjuang demi keadilan dan kebenaran. Dia memperjuangkan Hukum Taurat yang dimaut dalam Alkitab, (Matius 5:18-19). Dengan itu Yesus berpandangan bahwa Politik itu bukan seni mesin tetapi seni untuk Pelayanan. Atau berpolitik agar orang lain dilayani agar mereka juga sejahterah.

Keempat: Perjuangan yang kini diperuangkan dinegara-negara adalah pernah dilalui oleh Yesus di Tanah Sucinya. Yang diperjuangan Yesus adalah Gerakan Kasih sayang. Dari pandangan Yesus bahwa gerakan kasih sayang ini adalah gerakan paling dasar dalam cinta kasih antar sesama manusia. Gerakan ini dilain sisi adalah gerakan tanpa Kekerasan. Yang pada dasarnya perubahan disuatu daerah berdasarkan cinta kita terhadap suatu daerah.

Yesus Tokoh Politik Inspiratif

Yesus adalah seorang Tokoh Politik yang kurang dikenal oleh orang” didunia ini. Tetapi yesus itu orang dikenal ketika tekstual yang dibacakan dan dikotbahkan di suatu gereja didunia ini. Konsepan yang berkaitan perjuangan Yesus dalam hal ini memperjuangkan kebenaran dan keadilan dimasa kerajaan romawi ini tak pernah diketahui sebagai sebuah ilmu politik yang harus orang dipelajari dalam pemerintahan masa kini. Secara sederhana apa yang perjuangkan oleh Yesus kita ketahui diatas maka dengan itu. Ketika Penulis melakukan observasi, ada beberapa pejuang atau pemimpin Besar di dunia ini yang sangat hampir sama dengan Perjuangan Yesus saat itu. Yang kini kita kenal salah satunya adalah Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, dan Evo Morales serta sebagainya. Penulis berpikir perjuangan Afrika selatan yang diperjuangan bagaimana melawan Apartehid atau kadang disebut dengan Perjuangan tanpa Kekerasan. Perjuangan seperti demkian sangat identik dengan perjuangan Yesus saat itu. Kemudian, hal yang paling penting adalah tak harus melakukan kekerasan. Ini bukan hanya dalam sebuah perjuangan melainkan dalam sebuah Birokrasi Politik pun demikian berdasakan teori Politik Yesus. Sebab Yesus pernah katakan bahwa “Politik itu Pelayanan” dalam artian bahwa pelayanan tidak melihat dari latar belakang seseorang atau berdasarkan teori Politik Dinasti. Berdasarkan sejarah yang diteliti dari zaman ke zaman ini, Yesus bukan saja Tokoh dalam Agama. Agama kini sangat radikal dengan Yesus itu hanya tokoh agama kristen namun, Ia adalah tokoh yang bisa menjadi guru bagi dunia pemerintah dan kerajaan, seperti Yesus Guru Besar Bagi Mahatma Gandhi.

Penulis pernah observasi terkait berbagai perjuangan oleh Mahatma Gandhi, ternyata seorang Mahatma pernah belajar tentang perjuangan Yesus pada zaman dahulu serta memperaktekannya di Negaranya sendiri. Sehingga Mahatma juga memerdekan orang atau tanah leluhurnya dari penindasan kaum kolonial atau kaum yang berkuasa (borjuis). Sebab itu, Yesus sebagai Tokoh politik yang perlu kita pelajari sebagai bahan pembelajaran dalam perjuangan di setiap daerah meskipun itu dalam pemerintahan maupun kerajaan. Maka dia datang bukan untuk membebaskan bangsanya tetapi bagaimana kita mengikuti jejak perjuangan Yesus sesuai dengan keadaan dan situasi daerah kita masing-masing.

Perlunya Yesus dan Gerakan di Papua

Papua yang kini dikenal dengan Pulau emas ini kadang  menjadi gula sehingga semut orangge dan hitam dari berbagai negara datang berbondong-bondong dengan tujuan agar mengambil atau mengusap gula yang ada didunia Timur itu. Gula yang tidak di jaga baik dan diatur baik pasti diambil dan diusap secara ilegal oleh semut merah dan orangge. Itu merupakan ilustrasi semut dan gula. Sedangkan untuk Papua bagaimana? Sementara yang terjadi Papua tidak adanya Gula yang diatur oleh sendiri. Sehingga apa yang harus dibuat oleh pengatur Gula disekitarnya.

Dalam tulisan ini dengan berani mengatakan bahwa Papau merupakan pulau yang mayoritas orang kristen. Menganut kekristenan secara radikal ini tidak ada yang mempelajari bagaimana dan mengapa kita menganut Agama demikian serta apa dan siapa sosok seorang Yesus dalam dunia agama, sosial dan politik secara berpisah. Ketika kita hanya menganut itu sama halnya dengan Doublepolitic atau penganut dipolitisi berkalilipat.

Ketika adanya agama kristen di Papua yang berakar di isreal ini, tak pernah menciptakan seorang sosok Yesus di Papua. Yesus di Papua adalah menciptakan seorang yang jujur, partisipasif, dan berani. Demi memperjuangkan hak orang asli Papua itu sendiri. Atau dalam pemerintahan daerah yang dilalukan adalah bagaimana Politik Pemerintahan daerah Papua yang memang benar-benar melayani masyarakat berdasarkan dengan teori pelayanan yang baru yakni dengan Pelayanan pemerintah yang baik (good governance). Hal ini pemerintah tidak melakukan penindasan dan perampokan terhadap tanah rakyat, tetapi pemerintah bagaimana membangun dan meperhatikan semua lahan yang mereka punyai.

Papua yang merupakan dua kubuh politik ini perlunya kita ketahui yakni pro Papua merdeka dan Kontra Papua merdeka. Yang penting dan yang perlu di Papua adalah pro terhadap Papua Merdeka, sebab semenjak Papua masuk kedalam Indonesia hingga kini tak ada Perubahan di Papua dari berbagai aspek kehidupan di Papua. Yang terjadi hanya rusuh, terbentuk kelas menengah di Papua, ketidakadilan, dan penindasan antar kelas sosial di Papua. Hal ini yang perlu dilawan berdasarkan ajaran yang pernah disampaikan oleh Yesus dengan perjuangan yang ia lakukan di tanah sucinya.

Oleh sebab itu, Papua sangat membutuhkan orang asli yang menganut Agama Kristen (agama lain juga) sebagai mewakili dan melanjutkan perjuangan yang Yesus praktekanya.  Perjuangannya melandaskan sebuah tekstual yang mengandung arti fundamental di saat itu, yakni membentuk kerajaan Allah di tanah sucinya dan ajaran Allah. Itulah yang menjadi dasar dalam perjuangan Ia pada saat itu. Penulis sangat bangga apabila Papua merupakan orang yang bisa melawan ketidakadilan, membangun dan menjadikan Papua sebagai Tanah Suci. Lahirnya orang seperti Yesus di Papua tidak harus intervensi dari kubuh Politik namun dengan begitu bisa melakukan monofight, atau perjuangan tanpa intervensi politik. Papua jangan dijuluki sebagai tanah damai apabila belum juga selesai masalah keadilan, pembangunan soial dan lainya. Bila, Papua merupakan orang bisa mengerakan seperti Yesus maka pentingnya membentuk Papua tanah yang damai.
Moses Douw / Praktikum/ Purworejo

Referensi:
-----------------. 2011. Monarki Jogja Inkonstitusional. Jakarta. Kompas
M.Ag. Purnomo, Agus. 2009. Ideologi Kekerasan. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

CSSR. Mali, Mateus. 2014. Konsep Berpolitik Orang Kristiani. Yogyakarta. Kanisius
 
Copyright © 2013 Menongko I Ekspresi Hati
Design by MOSES | DOUW