BREAKING

Senin, 23 Juni 2014

RESENSI BUKU "MENGENAL DAN BELAJAR DARI PEMIMPIN BESAR"



Oleh: Moses Douw

Buku :  Mengenal dan Belajar dari Pemimpin Besar
Penulis: Yakobus Odiyaipai Dumupa
Penyunting :  Johanes Supriyono
Penerbit: Lembaga Pendidikan Papua
Tebal Buku:  vi+225 hlm.

Pada dasarnya pemimpin besar berawal dari ketidakpuasan dalam memanfaatkan kepemilikan leluhurnya dan penindasan sekalipun memarjinalisasi rakyat tertindas. Sehingga muncullah ideologi untuk bebas dari segala bentuk penindasan. Untuk melaksanakan ideologi, lahirlah pemimpin besar, pembebas rakyat tertindas dan penyelamat hak-hak rakyat yang diwariskan oleh leluhurnya. 

Seperti: seorang pemimpin besar Juan Evo Morales Ayma sebagai berikut: melegalkan kembali koka. Sebelum Evo menjabat sebagai Presiden di Bolivia, Pemerintah Amerika Serikat menghabiskan jutaan dollar demi memusnakan koka di Bolivia. Tetapi Koka merupakan tumpuhan tradisional bagi masyarakat Indian. Dan banyak lagi fungsi koka bagi masyarakat Indian. Ketika Evo menjabat sebagai presiden Bolivia Ia  melegalkan kembali, memberi lokasi kepada rakyat untuk menanam koka, hingga sekarang memiliki pasar di Venezuela, Kuba, Cina, dan India dengan keuntungan yang sangat besar bagi rakyat di Bolivia. Inilah kutipan dari Yakobus Odiyaipai Dumupa dalam bukunya “seseorang menemukan kebahagiaan terbesar dalam hidupnya, ketika ia hidup merdeka diatas tanah leluhurnya”. 

Namun, penulis buku ini, Yakobus Odiyaipai Dumupa, Ia penulis muda Papua yang mana Ia menerbitkan beberapa buku tentang Papua sebagai berikut: Berburu keadilan di Papua: mengungkap dosa-dosa Politik Indonesia di Papua Barat (Pilar Media, 2006), Buying Time Diplomacy: Liku-liku Perjuangan Kemerdekaan Papua Barat (Kasus Suaka Politik Papua Barat di Australia) (Java Media,2007), Ratapan Tanah Sorga: Tragedi Penderitaan Seorang Pemuda Papua dalam Bayang-bayang Penjajahan ( Paradise Press, 2008), Kontravensi Dogiyai: Pro dan Kontra Pemekaran Kabupaten Dogiyai dalam Fenomena Politik dan Ekonomi Global, Indonesia dan Papua Barat ( Paradise Press, 2008) dan Goodide Awe Pito: Mengenang Lima Puluh Tahun Gereja Katolik dan Pendidikan di Goodide (bersama David Goo) ( Paradise Press, 2008). Selain dari buku, Ia juga pernah menulis puluhan artikel yang kemudian Ia muat di berbagai surat kabar, majalah kampus, buletin dan website. 

Ia banyak menghabiskan waktunya untuk menjadi “anak jalanan” dalam mengorganisir mahasiswa Papua selain dari itu, menghabiskan waktu untuk mengikuti, diskusi seminar yang bertajuk pada sosial, demokrasi, dan lainya. Selepas dari kuliah, Ia menjabat menjadi anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), akhirnya terpilih menjadi anggota Majelis Rakyat Papua (MRP)  periode 2011-2016. 

Dalam buku ini memberikan sebuah inpirasi tentang bagaimana jalan keluar dari penjajahan. Kemudian beberapa pemimpin rakyat mereka telah menerapkan cara-cara dari pemimpin besar dunia sehingga melepaskan negerinya dari penjajahan dengan tidak meniru gaya pemeimpin besar tetapi sesuaikan dengan keadaan negerinya sendiri.

Buku ini sangat baik untuk pegangan bagi mahasiswa dan pelajar lebih baik lagi bila di semua kalangan para pejuang hak-hak rakyatnya dari Negeri Papua. Dengan membaca buku ini sangat memberi sebuah aksi untuk semangat berjuang dan beberapa kata-kata bijak yang memberi semangat bagi yang membacanya serta pembaca bisa menangis ketika kita membaca kisah perjalanan perjungan pemimpin besar melawan pejajah.

Beberapa pemimpin besar tersebut berjuang demi bertanggung jawab kata-kata yang Ia ungkapkan, impikan dan juga untuk mempertahankan tanah leluhurnya dari tangan penjajah. Oleh karena itu, buku ini lebih menyemangati kita untuk semangat juang, tidak begitu mudah menyerah. 

Namun, dalam buku ini tidak begitu seluruhnya menulis dalam sebuah paragraph dan kalimat tetapi, penulis membagi pokok pembahasaan dan membentuk dalam beberapa poin-poin sehingga mudah dan baik untuk membaca buku ini.  Pembahasaan dalam buku ini, seluruhnya menulis tentang pemimpin besar dan teknik-tekniknya yang mereka terapkan dalam perjuangan menuju kemerdekaan (kedaulatan). Dengan demikian, pembaca bisa memahami secara mendalam tentang perjuangan pemimpin besar, bagaimana tekniknya, kebijakanya, dan perilakunya. Maka untuk pembaca, khususnya dari Papua bisa meniru perjuangan mereka tetapi harus sesuaikan dengan keadaan yang ada di negeri Cendrawasih.

Keunggulan yang ada dalam buku ini sangat banyak juga ternyata, penulis mengungkapkan dan memberitahu kepada pembaca untuk mengenal lebih mendalam tentang perjalanan pemimpin besar, sejak Ia lahir hingga Ia membebaskan negeri leluhurnya serta hak-hak rakyatnya. Buku ini, di lihat dari luar (cover) penampilannya sangat bagus yang nampaknya para pemimpin besar dunia. Penulis juga menuliskan beberapa kata-kata untuk semangat berjuang. Kemudian buku ini tidak bosan untuk di baca, tetapi sangat menarik ceritanya, bahasa dan kata-katanya enak untuk dibaca sehingga bisa lupa kegiatan yang lain.

Setelah membaca buku ini, mendapatkan pengetahuan tentang pembebasan dan jalan keluar dari tangan penjajah serta memberi semangat untuk berjuang. Maka, sangat bagus untuk para pejuang bangsa dimana saja, lebih lagi bagi pejuang-pejuang pembebas bangsa Papua Barat, tetapi kita sesuaikan dengan keadaan daerah yang ada.

Namum, ada juga sisi kekurangan dalam buku ini, yakni penulis tidak menuliskan sebagian kata yang sulit/ilmiah yang memakai pada saat perjuangan para pemimpin besar ke dalam sebuah catatan atau dalam referensi. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam membaca buku ini.
Dalam buku ini, sungguh seluruhnya menceritakan pemimpin-pemimpin besar dunia, sejak Ia lahir hingga tercapainya perjungannya dia. secara umum para pemimpin besar tersebut memberikan suatu yang sangat luar biasa bagi kita. Demikian ceritanya para pemimpin besar dunia tersebut.

Dari seluruh pemimpin besar ini di kategorikan, cara perjuangan dan jalan keluarnya masing-masing sangat berbeda. Maka dari itu, berikut ini dapat di perjelas dalam beberapa point. 

Bagian pertama, dengan cara “kontak senjata” dari beberapa pemimpin besar seperti: Fidel Castro pengikut setianya  Che Guevara. Mereka berpikir bahwa salah satunya jalan keluar dari penjajah harus dengan kontak senjata dan juga penjajahan harus di akhiri dengan tumpah darah. Bila tidak terjawab atau tidak lepas dari penjajah dengan cara tanpa kekerasan, melawan Rezim Batista untuk membebaskan rakyat dan tanah leluhurnya.  Dengan kebijakan-kebijakan dan motivasi yang mereka ambil sejak awal perjuangan hingga akhir. Hingga mereka relahkan nyawanya hanya demi kebangsaan. 

Bagian kedua, dengan cara “Tanpa Kekerasan” atau perlawanan secara damai salah satunya guru besar dunia yaitu Mahatma Ghandhi. Ada beberapa pemimpin besar, mereka meniru cara berjuangnya Mahatma Ganghi “Tanpa Kekerasan”  seperti: Marten Luther King, Nelson Mandela dan lainya. Sepertinya perjuangan tanpa kekerasan yang Marten meniru dari Mahatma Gandhi seperti pemboikotan dan aksi domentasi. Ini akan berpengaruh pada pemerintah serta Nelson Mandela yang begitu mencoba dan membatalkan undang-undang diskriminasi atau apartheid. Sangat baik bila masa sekarang khususnya untuk perjuangan “tanpa kekerasan” tetapi sesuaikan dengan keadaan saerah yang ada.

Bagian ketiga, sesuai dengan cara perjuangan pemimpin besar yang ada dalam buku ini “menguasai sitem pemerintahan atau lewat pemerintahan”. Ada beberapa pemimpin besar, yang menjabat sebagai presiden atau dengan anggota pemerintahan seperti: Hugo Chavez, Evo Morales, Mahmoud Ahmadinejad, dan lainya. Mereka merasakan dirinya atau rakyatnya tertindas sehingga mengambil kebijakan untuk melumpuhkan kekuasan imperialisme dan kapitalisme. Untuk mendapatkan kembali, seluruh sumber daya alam yang di wariskan oleh leluhurnya, dari tangan penguras. Maka dari itu, untuk keluar dari segala bentuk penjajahan harus menguasai dan lebih baik bila menjabat sebagai anggota atau pemimpin rakyat (Pemerintah). 

Bagian keempat, melalui “agama, pendidikan dan pengaruh”. Perjuangan di sertai dengan ajaran agama dan melalui jalur agama, pendidikan, dan pengaruh sangat baik. Dari dalam buku ini, ada beberapa pemimpin besar yang menganut sehingga berhasil membebaskan negerinya dan rakyatnya yakni: Oscar Romero, Marcos (pejuang pena), Rigoberta, Paulo Freire dan Marten Luther. 

Ajaran-ajaran agama merupakan kunci utama untuk perjuangan khususnya dalam perjungan “tanpa kekerasan” yang di ajarkan oleh pemimpin besar Mahatma Gandhi, sehingga di ikuti oleh beberapa pemimpin besar tersebut. Kemudian melalui pendidikan, Paulo Piere dan Marcos bergerak memanusiakan manusia lewat pendidikan dan juga melalui menulis. Sedangkan yang melalui pengaruh adalah seorang perempuan yang namanya Righoberta, Ia mengikuti beberapa organisasi sehingga ia dikenal oleh banyak orang.  Selama perjungan pengaruh dan kenalannya hingga belahan dunia. Maka dia dipilih menjadi seorang penyambung lidah rakyatnya, untuk mendapatkan hak-hak leluhurnya. 

Namun, buku ini mengungkapkan segala bentuk penindasan, apa saja yang lawan, kebijakan apa yang akan ambil, kerelaan untuk melawan dan sikap apa yang akan ambil untuk rakyatnya dan terhadap musuh (penjajah). 

Harapanya dari buku ini, agar meniru perjuangan pemimpin besar tetapi, sesuaikan dengan keadaan daerah jajahan masing-masing.

Oleh karena itu, buku ini sangat baik untuk pejuang muda dimana saja, sehingga sangat  bermanfaat bila di baca. Untuk menempuh satu tujuan, banyak cara yang kita ciptakan sesuai dengan keadaan daerah jajahan masing-masing. Maka jangan menutupi jalan yang diciptakan oleh teman seperjuangan untuk menempuh tujuan yang sama. (Moses Douw/1)

"Penulis adalah mahasiswa angkatan 2013, kuliah di APMD Yogyakarta jurusan Pemerintahan. Tulisan ini adalah pertama dam ini sebagai awal dari pembelajaran. Sehingga, pantas disebut penulis pemula"

SOURCE: http://timipotu.blogspot.com/2014/03/resensi-buku-mengenal-dan-belajar-dari.html

TENTANG ""

Mosesdouw.blogspot.com adalah website privat Moses Douw yang memuat berbagai tulisan. Apabila perbanyak atau copas tulisan dalam website ini, tolong sertakan alamat lengkap. Terima Kasih

3 komentar:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 30 jt namun hasilnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah,namun teman saya memberikan no tlp Bpk Drs Sulardi MM yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan juga mengurusnya, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi MM Hp:085395881177 Wassalm Darna Sanusi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum.wr.wb. banyak yg inbox menanyakan bagaimana caranya. caranya anda langsung tlp biar jelas. ada yg bilang tlp tdk di angkat,maklum. mungkin pas lagi ada tamu atau lagi ritual, dan anda bisa hubungi kami kembali beberapa saat lagi. masih ada yg tanya testimoni,dan masih ada sebagian yg meragukan keaslian UB dari kami,bagi anda yg yg masih ragu. abaikan saja.atau anda bisa langsung datang dan buktikan di tempat kami. alamat.JL.poris indah. no.10A.cipondoh indah - tangerang - BANTEN. Tlp. 0852 1343 3456 atau KLIK http://pesugihanputih45.blogspot.co.id/ ___________________________ PEMBERITAHUAN. bagi anda yg mau memesan Uang Balik (UB)Kami sarankan silahkan pesan secepatnya.masih ada kesempatan. karna biasanya satu minggu sebelum hari raya kami sudah tidak menerima pemesanan. terimakasih. wassalamualaikum.wr.wb.

      Hapus
  2. Tolong COMMENT yang masuk akal

    BalasHapus

 
Copyright © 2013 Menongko I Ekspresi Hati
Design by MOSES | DOUW