BREAKING
Stop Kekerasan di Papua Barat

Thursday, January 29, 2015

Papua Tak Akan Ada Kebenaran dan Keterbukaan Sementara Dalam NKRI

Fhoto:ilustrasi Keterbukaan
Papua merupakam wilayah yang paling timur dari asia dan paling barat dari Pasifik. Secara De-jure dan De-fakto Papua memerdekakan diri Pada tahun 1961 dengan mengibarkan bendera bintang kejora. Tetapi karena Indonesia melihat kekayaan alam yang dimuliki sehingga secara paksa di masukan kedalam pangkuan NKRI. Yang sebelumya Papua tidak termasuk dalam NKRI. Pada awal itulah, masyarakat papua memasuki dunia yang gelap, artinya bahwa Papua penuh Pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan, stigmasisasi, memortalisasi dan lainya. Sehingga Pulau Papua di rebut dengan cara pangkuan ke pangkuan (baca buku: Papua dari Pangkuan Ke Pangkuan, Penulis:Agus, A Alua)
 Sekian tahun Papua tak ada akhir penderitaan diatas tanah sucinya. Mengapa demikian? Kita kewalahan, tak tahu kebaikan apa yang dilakukan oleh Indonesia untuk Papua sementara dalam NKRI ini.
 Indonesia misteri besar bagi Papua. Juga, Papua tidak tahu sebenarnya apa kebaikan yang dilakukan oleh Indonesia, yang terjadi hanya menjadi misteri bagi Papua. Hal itu terlihat dengan penegakan hukum di negeri cendrawasih. Contoh Pembungkaman Pelanggaran HAM di Paniai, tanggal 8 desember 2014 lalu itu.

Indonesia saat ini mengklaim bahwa OPM adalah pengancam masyarakat dan rakyatnya, tetapi pernyataan ini berbeda dengan kenyataan yang ada di papua. Bahwa OPM adalah tentara nasional dari Papua barat untuk perubahan Papua.  (stigmasi dari Indonesia lewat media Internasional ikuti di: thejakartapost.

Papua tak ada kebenaran, bila Papua masih dalam negara Indonesia. Indonesia meminta kepada pemerintah Daerah untuk kebenaran dan keterbukaan dalam pelaksanaannya. Pernyataan ini sangat salah. Mengapa? Pada hal Indonesia sendiri yang mengatur sistem di Papua untuk mengintimidasi masyarakat serta pemerintahan daerah yang ada di Papua.
 Untuk menuntut kebenaran dan keterbukaan di Papua, Indonesia seharusnya membuka Ruang demokrasi bagi Jurnalis asing, salah satunya untuk terwujudnya kebenaran di Tanah Papua, yang saat ini tertutup pula. Hal ini, merupakan pembungkaman.
Beberapa hari yang di media The jakartapost memposting tulisan bahwa wartawan asing, ingin lakukan apa di Papua? Membuka ruang untuk wartawan asing, seandanya macam terjadi pembunuhan massal di Papua atau kejahatan seperti Pembalakan liar atau penebangan secara liar? Hal ini sangat jelas bahwa, semua persoalan yang terjadi di Papua awal mulanya dari Indoensia yang tak bertanggung jawab ini.
Indonesia meminta keterbukaan dan dan kebenaran, tanpa memperhatikan apa yang dia perbuat untuk Papua. Maka, salah satu jalan yang harus di tempuh Indonesia adalah membuka ruang bagi wartawan asing, memberantas Penegakan hukum yang selalu di bungkam, merealisasi dana dengan jelas, berhentikan stigmasisasi dan penjajahan.
“Perlunya ketahui bahwa Manusia Papua bukan binatang piarahan yang terus di bunuh”

Maka, sudah saatnya Indonesia memikirkan untuk Dialog dengan Papua secara damai untuk memetik kemerdekaan bagi Papua. Karena sudah 53 tahun Papua tidak merasakah hidup yang berjiwa sosialis seperti yang sebelumnya sejak nenek moyang.

Sumber: www.timipotu.com 


Yogyakarta 29, Januari 2015
Moses Douw

Wednesday, January 14, 2015

Dia Sudah Meninggal

Moses Douw /Photo int. Malang Kota Apel
(Kota Batu)
          Pada suatu ketika, Tak lupa seorang wanita muda dari Agadide yakni Nopince Bunai, mencintai seorang laki-laki yang bernama Moses Douw, kira-kira saat itu keduanya tidak sekolah atau belum memasuki masa sekolah. 

       Tetapi masih berjalan kisah cinta tersebut dengan putri Aga itu. Namun, karena memasuki masa perkembangan dalam arti bahwa kedua selambai bunga mulai mengenakan seragam sekolah untuk masuk di kelas satu SD (Sekolah Dasar). Nama SD itu adalah SD YPPK Bodatadi, SD itu hanya empat kelas. ketika itu yang mengajar hanya dua orang guru tetap dan dua orang guru honorer.

    Disekolah itu, siswa sangat lumayan banyak, di kisarkan sekitar 90-an. Siswa-siswi di SD tersebut berasal dari beberapa kampung terdapat di Agadide, yakni dari Etogei, Kanebaida, Katuwo, Tipagei, Togogei, Yabomaida, Bodatadi dan Ganiakato. 
         Jarak yang harus di tempuh siswa ke sekolah dari beberapa kampung diatas ini sangat jauh dikisarkan 5 sampai tujuh kilometer. Tetapi siswa dengan teguh bisa hadir jam tujuh untuk belajar. Namun, disana ada sebuah kali besar yang bernama Aga, siswa tak akan hadir di sekolah tersebut ketika Kali Aga mengalami Banjir yang melanda kebun yang ada dan rumah yang ada disekitaran kali Aga. Karena dengan banjir tersebut tidak bisa di jangkau oleh siswa-siswi yang ada di beberapa kampung diatas tadi.  

          Tetapi, untuk saya dengan Nopin, kami tinggal di sebuah kampung yakni Bodatadi, tidak jauh rumah dia dan aku. Terbayang setiap harinya di selalu menemani aku dan dia selalu bawah makanan untuk saya, untuk sarapan siang di sekolah. Kemudian juga baju yang kami mengenakan juga setiap harinya kadang sama, sama juga buku dan polpen yang kami bawa pada saat belajar apalagi jalan-jalan bersama dengan dia. 

          Di SD YPPK Bodatadi, siswa harus menyelesaikan dalam kurung waktu empat tahun, dan selanjutnya memilih sendiri, ingin melanjutkan sekolah dasar dari Kelas lima sampai enam di tempat yang dinginkan secara individu, karena memang SD itu durasi kelas hanya empat kelas. 
          Usia semakin bertambah, proses belajar di SD itu semakin mengakhiri, dengan kemampuan yang kami miliki. Saat itu kira-kira tahun 2004. Tahun itu saya dengan putri Agadide berpisah dalam artian bahwa Nopin melanjutkan sekolah di SD YPPGI Toyaimoti dan untuk saya melanjutkan sekolah di SD YPPK Komopa. 

        Secara tak langsung, saat tertentu kami bertemu seminggu sekali tetapi kadang ketemu sebulan sekali. Mengapa demikian? Pertanyaan ini tak perlu di jawab yang jelasnya bahwa kami melanjutkan sekolah dasar. Perjalanan memang sangat panjang yang kami berdua tempuhi.

      Sudah waktunya, saya harus tinggalkan sekolah dasar saya, di Komopa, kecamatan Aradide, Kab, Paniai. Saat itu pula, datanglah tawaran besar dari Keuskupan Timika terhaap Alumni SD YPPK Komopa untuk melanjutkan pendidikan mengah di salah satu sekolah di Kab. Timika, Kokonao. Tetapi, kesedihan saya terhadap kampung  Diyai telah datang didepan muka, disebabkan karena selama saya dilahirkan hingga tamat SD di Komopa, di saat-saat tertentu yang bisa injak dikampung saya. Tetapi juga ketika itu saya mendengar bahwa di Diyai juga ada sebuah sekolah yayasan yakni SMP Katolik, yang berdekatan dengan Rumahku, sehingga saya lebih memilih SMP Katolik di Kampung Diyai, Tigi Barat, Deiyai.

        Namun demikian, sayangnya saya sakit hati dengan keadaan ini. Sebab saat itulah moment yang berpisah tanpa tanda selamat jalan dan selamat pergi melanjutkan studi. Jujur memang penting, tapi saat itulah jujur itu tersembunyi di balik batu perjalanan. 

        Selama, saya menjalani masa SMP di Diyai saya tidak tahu keberadaan Nopin dan apakah dia lanjutkan pendidikan atau tidak. Saya memang hati hancur mengingat dia. Ketika saya kembali ke Bodatadi, saya tidak temukan dia, yang ada hanya sakit hati. Mengapa engkau tidak ada ketika saya kembali ke Bodatadi? Mungkin itulah saatnya, saya berdiri tegah dan teguh untuk melupakan dia yang selalu. Namun, waktu tak terasa, saya pun dewasa dalam hal ini sudah saatnya melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA). 

          Masih terbayang, ketika itu Tahun 2010 mulai melanjutkan SMA di Nabire. SMA tersebut disebut dengan julukan SMA Adhi Luhur Nabire atau Kolese Le Cocq D`Armanville. Saat itupun saya tidak mendapatkan informasi tentang keberadaan Nopince Bunai. Yang terbayang hanya kenangan terindah saat SD di Bodatadi.  

             Tak terasah bagaikan mimpi, tahun berlalu, Bulan berlalu, hari berlalu jam berlalu, detik pun berlalu. Hal ini bertanda bahwa, saya telah menginjak pada tahapan berikut yakni melanjutkan Perguruan tinggi di Yogyakarta. 

           Di Yogyakarta saya melanjutkan Kuliah di salah satu kampus yang memang bisa katakan Kampus tertua di Yogyakarta, karena kisarkan 46 tahun yang lalu, di resmikan kampus itu. Kampus itu dengan nama Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD “APMD”). 
Moses Douw / Photo int. Magunan
 Yogyakarta

        Menjalani satu setengah tahun di kampus itu, saya mendengar berita bahwa Nopince Bunai lagi mencari nomor HandPhoneku, karena Ia telah mengetahui Keberadaan saya di Nabire, bahwa dia juga pernah sekolah di Nabire. 
      Dengan itu, di memang benar-benar mencari saya terutama nomor HandPhone saya, yang pada dasarnya, Ia ingin hubungi saya.

         Pada suatu hari, dalam bulan Desember 2014, Ia telah bertemu dengan Adiku di Nabire. Saat itu pula, bertanya Nopince Bunai ke adikku, katanya, Apakah Anda menyimpan nomor HandPhone Moses Douw? Karena Adikku takut maka, secara  tak langsung  menjawab “Dia Telah Meninggal”. 


         Pada saat itu, Karena Adikku sangat takut dalam arti Bahwa tiba-tiba ketemu langsung diminta dan dia berat untuk berikan nomor HandPhone saya, Karena memang belum lapor ke saya sehingga dengan itu mengambil keputusan bahwa “DIA SUDAH MENINGGAL”. 

       Tetapi jawab Nopin terhadap adikku bahwa “saya tidak percaya karena saya tidak secara langsung membuktikan bahwa di telah meninggal”.
         Ketika, saya mendengar cerita tentang itu dari adikku saya sangat marah terhadap adik saya. “Kenapa Anda tidak bilang saya saat itu dan mengapa engkau tidak berikan nomor HandPhoneku? Pertanyaan itu yang muncul sehingga saya sangat marah terhadap adikku. 

       Tetapi di sisi lain, perilaku adik itu sangat  manusiawi, karena memperhatikan Budaya orang Mee yang menyatakan bahwa “Akipanekaneke Eboniyaka” artinya “sembunyikan Saudara laki-laki dari hal yang tidak diinginkan” itulah yang menjadi dasar adikku, sehingga berani menyatakan itu. 

         Maka, saya menginginkan secepatnya harus menemukan Dia yang mengenalkan saya apa itu cinta, yang berawal dari sejak sebelum masuk sekolah dasar.




Yogyakarta, 14 Januari 2015
Moses Douw

Saturday, January 3, 2015

Papua Kaya akan Konflik



                                                                   Jalan menuju Kebebasan

Pulau Papua kaya akan orang miskin
Pulau Papua kaya akan eksploitasi
Orang Papua kaya akan pembunuhan 
Pulau Papua kaya akan pemerkosaan 
Pulau Papua kaya akan Penebangan
Maka>>>> Pulau Papua kaya akan ketidak-(wajar)-an 
kapan kah saya akan memiliki kekayaanku..?

Papua sangat di kenal dengan wilayah atau bangsa yang kaya akan konflik. Sering konflik di Papua berakar dari banyak persoalan, yang kini di kenal oleh belahan dunia mengenai munculnya persoalan di Papua. Persoalan di Papua awalnya muncul dari beberapa masalah yang kini di kelompokn menjadi beberapa bagian yakni: 1.Kekuatan Militer (Militerisme) 2. Ketidakadilan  3. Perbedaan Ideologi 4. Perbedaan Budaya 5. Kepentingan dan 6. Lemahnya leadership; ect.

       
inspirasi/ketidakadilan
Pintu masuknya persoalan diatas ini, menjadi pintu persoalan yang besar. Kekuatan militer merupakan kekuatan negara yang di turunkan oleh negara itu sehingga bisa menjaga masyarakt setempat dengan aman. Tetapi pada perjalanannya tak seefektif menjaga negara melainkan menganiaya, menembak masyarakat adat setempat seakan seperti hewan piarahan sendiri. Ini merupkan kurang serius dalam menjaga dan negara tidak merasakan daerah itu bukan daerah kekuasan saya. 

        Persoalan ini tak segampang begitu di lakukan, di Bumi Cendrawasih. Namun kadang hal itu terbalik di Bumi cendrawasih. Semuanya air mata yang jadi saksi bisu dalam konflik, yang terjadi hanya itu dan itu; terus dan menerus.

       Sikap  militerisme di Papua akibat dari Ketidakadilan hukum di Papua, yang menjadi persoalan adalah mengapa Papua adalah bagian dari negara Indonesia ko terjadi ketidakadilan dan beda ketidakadilan dalam menegakan hukum? Orang akan sewenang-wenang melakukan kegiatan apabila tak ada hukum yang pasti, hal ini terjadi di Papua. Tidak ada hukum yang di tegakan oleh negara Indonesia sehingga ketidakadilan dalam peneggakan menjadi pengobral konflik di Papua.

     Sehubungan dengan itu, Manusia yan melakukan transmigrasi ke Papua harus tahu keadaan orang Papua, dan apa ideologi orang asli di daerah tersebut. Karena, kadang terjadi persoalan ketika itu, ketabrakan ideologi. Dan secara politik memang orang Papua merupakan ideologi sendiri. Mengapa Indonesia menerapkan ideologi Pancasila di bumi Papua? Papua juga merupakan ideologi tersendiri. Sehingga ketidak wajaran penerapan ini mengakibatkan kehancuran antara bangsa. 

         Ideologi yang kini kita kenal adalah filosofi hidup orang yang menjadi kebudayaan disuatu tempat tersebut dengan kebiasanya. Kebiasanya juga menjadi syarat utama dalam menggundang konflik. Penulis juga pernah rasakan hal seperti ini. Ketika saya berada di kota Yogyakarta, memang rasanya ingin mau pulang. Mengapa? Saat itu, saya memberi salam kepada orang yang tinggal di sekitarnya, tetapi warga tak sama dengan orang Papua yang keras tapi, hatinya lembut. Maka ketika itu saya rasakan berarti bahwa saya memberi salam dengan halus dan tak keras. Itulah sifat kebiasaan yang terjadi di setiap daerah. Kebiasaan kami harus di hargai, maka kami juga akan hargai kebiasaanmu. Kebiasaan Papua yang kini menjadi perdebataan publik secara langsung dan tak langsung. Tapi kini kita kembali  pada, BINEKA TUNGGAL IKA mau kemanakan keistimewaan keberanggamannya? Dari pada menyiakan kebiasaan orang Papua lebih baik katong berpikir pemekaran Negara. Inilah pemikiran lahir dari ketidakadilan.

“Buka matamu selebar kertas HVS, mungkin Anda bisa merasakan ketika melihat persoalan itu”
Wahai engkau yang memegang rangkaian struktur nasional dan daerah.
Mana matamu! 
Akankah berdiam terus!
Akankah hal itu terjadi terus! 
Akan kah engkau mewariskan ketidakadilan itu dimasa yang akan datang!


Ketidakadilan kini, menjadi masalah yang sangat besar bila dipersoalkan diluar negeri salah satunya, Australia dan amerika. Namun sayangnya Indonesia, ketidak adilan tak penting dari pada kepentingan. 

Presiden Indonesia bersama seluruh Pemerintah Indonesia selalu tutup mata dengan keadaan yang sebenarnya terjadi disetiap daerah di Indonesia yang sering terjadi adalah Papua. Mengikuti berita yang terus mengupdate yang berkaitan dengan ketidakadilan di Papua memang sangat luar biasa. Tak kalah juga persaingan media masa yang mencari kepentingan dan keuntungan. Hal ini di pertegas dengan kejadian korban 6 orang siswa di Paniai yang berulah dari TNI/POLRI, yang terjadi pada beberapa hari terakhir ini. 

Korban di atas ini, Presiden serta partai-partai di Indonesia benar-benar melupakan  meskipun berkasnya di terima bersih oleh presiden Republik Indonesia (IR Jokowi). Perilaku yang sementara ini, di lakukan oleh Presiden dan seluruh tata pemerintahan Indonesia yang terhadap Papua merupakan ketidakadilan dalam menegakan hukum. Sehingga menjadi pertanyaan publik apakah pelanggaran HAM di Paniai ini kerja sama dengan Presiden JOKOWI.
inspirasi/keadilan dan penegakan hukum

           Faktor terjadinya konflik diatas ini pastinya merupakan membutuhkan pemimpin yang lahir dari rakyat yang memang benar-benar murni dan tak ada noda Politik. Mengapa pemimpin Indonesia tidak ada yang sama dengan Evo Morales. Kata orang Jokowi adalah Pemimpin yang lahir dari rakyat? hingga sekarang mana buktinya? 

  Konflik ini, kini masih saja terjadi (tak ada akhir”). Korban nyawa terus-menerus terjadi dipelosok dan perkotaan, palingan belum lagi penindasan, pemerkosaan, penebangan yang lainya,  yang pada intinya menghancurkan dan memusnakan isi dari Bumi Cendrawasih itu.
Dengan demikian, kita tahu bahwa yang paling penting adalah kita di lahirkan untuk menjadi solusi bukan untuk masalah. Tak ada zaman lagi memikirkan hasil yang menjadi tugas utama adalah proses mencapai puncak kebebasan tanpa, batasan dari kelompok seperjuangan. 


Yogyakarta, 03 Januari 2015

Moses Douw

Friday, December 19, 2014

Demokrasi dalam Ideologi Negara, di Bolivia 2006 (Evo Morales)

Oleh: Moses Douw

        Setiap negara di Dunia ini merupakan tujuan yang harus dicapai atau biasanya disebut dengan cita-cita bangsa. Dalam, mencapai cita-cita bangsa sangat susa sekali khususnya dinegara ini. Selain dari itu, cita-cita dicapai dengan landasan hidup, pilosofi dalam lapisan masyarakat itu sendiri, yakni kepercayaan, dan pola hidup bangsa itu.  Dengan demikian, pasti suatu negara mempunyai cita-cita bersama yang ingin diraih oleh bangsa tersebut. Cita-cita bersama itu dilandasi oleh sebuah kepercayaan, tata nilai serta keyakinan yang dianut oleh bangsa itu. Dengan kata lain setiap bangsa mempunyai ideologi sebagai acuan untuk mencapai tujuannya.

           Menurut Karl Marx dan Engel berfokus pada sistem yang ada di dalamnya artinya bahwa, orang tidak bisa katakan saya benar melalui ramalan atau keyakinan keturunan tanpa materialisme di dalamnya. Negara harus, berorientasi pada sipil dengan alasan yang pasti mendasar dalam aspirasi Karl Marx. Salah satunya bahwa, benar keberadaan masyarakat disuatu negara dan di miliki dengan pembawaan masing-masing masyratakat itu sendiri, sehingga maksud dari pendapat tersebut bahwa: ideologi harus sesuaikan dengan keberadaan masyarakat setempat agar terciptanya kondisi. (Marx hegel)
         Tetapi, dalam perkembangan Dunia yang sangat pesat, Yayan codol  menyimpulkan tiga ideologi didunia yakni: “ ideologi liberalisme, ideologi sosialisme dan ideologi Negara ketiga. Yang dimaksud dengan ideologi Negara ketiga adalah ideologi yang berkembang di sebuah Negara berdasarkan sejarah dan kepribadian bangsa yang bersangkutan”. Bila,  di Indonesia masuk pada Point yang ketiga, karena Indonesia mempunyai ideologi pancasila yang karena sesuai dengan kodrat manusia di Indonesia. Apakah ideologi itu dijalankan atau tidak? Ideologi yang di anut oleh Negara Bolivia adalah Ideologi Sosialisme, mengapa?

Ideologi di Bolivia
        Ideologi di Bolivia sangat tergantung dengan kepresidenan sebelum Evo morales menjadi Presiden. Presiden yang pernah menjabat di Bolivia di kisarkan sekitar 79 orang, tak terhitung wakilnya. Presiden yang menjabat sebelum Evo Morales adalah bukan asli dari Bolivia melainkan dari berbagai etnis di dunia, akibatnya ideologi di bolivia sangat tidak tetap. Sering presiden di Bolivia menetapkan ideologi Kapitlisme, sehingga bumi Bolivia sangat di tindas dengan adanya kapitalisme, salah satunya dari Amerika Serikat saa. Apa yang menjadi kepercayaan, pola hidup dan landasan hidup warga masyarakt Bolivia di eksploitasi oleh kapitalis melalui birokrasi di Bolivia.
          Pada tahun 2006 lahirlah seorang Evo Morales, presiden yang berasal dari masyarakat di Bolivia itu sendiri. Pada saat itulah Presiden Evo Morales mengubah ideologi Bangsa sesuai dengan keperayaan atau filosofi masyarakat Bolivia. Karena negara mengalami proses ideologi yang memang tidak jelas akhirnya lahir Ideologi Sosialisme. Dengan ideologi itulah dimanfaatkan Evo Morales untuk menasionalisasi semua yang sedang Eksploitsi oleh Amerika, dengan Kebijakan-kebijakan yang tidak jelas tersebut itu.
Sehingga dengan penjelasan diatasi ini, jelas bahwa ketika seorang presiden menolak kapitalisme maka tidak lain bahwa negara tersebut Menganut ideologi sosialisme.

Demokrasi  di Bolivia
    Sebelumnya Bolivia secara bebas bergerak dan menginvestasikan perusahana asing serta mengesampingkan hak sipil baik non-material maupun material. Disana sangat terbatas untuk bergerak secara bebas di tanah warisan nonok moyang Bolivia. Salah satunya adalah membasmi kokain karena di capkan sebagai narkoba. Kokain adalah sebuah tanaman yang berfungsi dan banyak manfaatnya untuk masyarakat adat di Bolivia. Kokain juga tanaman yang diwariskan oleh nenek moyang. Dan masih banyak hal yang belum sempat disebutkan tetapi dengan diskusi dan perkumpulan kita, dengan sendirinya kita bisa mengetahui semuanya.
          Setelah beberapa, tahun ini di kuasai oleh presiden non-asli Bolivia, alias bukan orang asli, tetapi pada prosesnya bersama partai yang namanya Movement Al Sosialisme, dimenangkan oleh Evo Morales pada tahun 2006. Sehingga pada saat itu dengan presiden Evo Morales mengubah wajah Bolivia yang baru.  Presiden Bolivia melakukan sebuah sistem yang mengembalikan Hak rakyat Bolivia yang ditindas secara tak manusiawi itu. Ia juga mengeluarkan beberapa kebijakan adalah sebagai berikut: menasionalisasi perusahan asing, mencabut diskriminasi terhadap Tanaman kokain, dan penindasan yang lainya. El-Evo juga mempunyai Ideologi yang sangat mendasar dalam Perjunganya yakni; Musuh paling jahat dari umat manusia adalah kapitalisme. Itulah yang mendorong pemberontakan seperti yang kita alami, pemberontakan melawan sebuah sistem, melawan sebuah model neo-liberal, yang merupakan representasi dari kapitalisme yang buas. Bila seluruh dunia tidak mengakui realitas ini, bahwa negara-negara nasional tidak memberikan bahkan yang paling minimal kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan gizi untuk rakyat, maka setiap hari hak-hak manusia yang paling asasi sedang dilanggar. ”

                   Ia pun pernah menyatakan,
        “...prinsip-prinsip ideologis dari organisasi, anti-imperialis dan berlawanan dengan neo-liberalisme, jelas dan teguh, tetapi anggota-anggotanya masih harus mengubahnya menjadi realitas yang berprogram”
         Dengan hal diatas ini secara sederhana bahwa demokrasi di Bolivia selama masa jabatan Evo di bagi menjadi beberapa tipe Demokrasi yakni secara prosedural dan subtansif dengan ciri demokratisasi di Bolivia: (1) Presiden dan parlemen dipilih secara bebas dan adil; (2) hak memberikan suara diberikan kepada mayoritas penduduk yang sudah dewasa; (3) hak-hak sipil dihormati; dan (4) tentara tidak terlibat dalam politik praktis

Referensi:
Dumupa Odiyaipai. 2012. Mengenal Dan Belajar Dari Pemimpin Besar.Papua.  Lembaga Pendidikan Papua (LPP)
http://isharyanto.wordpress.com/yustisi-laras/demokratisasi-dan-intervensi-militer-pengalaman-amerika-latin/
http://id.wikipedia.org/wiki/Evo_Morales

Tuesday, December 9, 2014

Ingin tapi Malu

fhoto/ inspirasi, malu

          Seorang anak setiap harinya ia selalu pergi ke sekolah, ia selalu duduk bangku kedua dari deretan pertama. Nama anak itu adalah Riko, anak kedua dari keluarga yang miskin tepatnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (Jln. Timoho). Setiap hari di kelas ia mendengarkan dari pada menanggapi atau menanyakan kepadanya gurunya. Sangat berbeda dari teman-teman yang lain yang mana sifatnya menegur, menanyakan dan menaggapi situasi yang ada, baik di kelas maupun di luar kelas.
         Ibu gurunya selalu menanyakan pada diri sendiri bahwa “apa sebenarnya yang anak ini pikirkan?”  Namun karena Riko selalu baik dengan Ibu gurunya sehingga berat alias susah untuk menyanyakan kepadanya. Kasih Riko terhadap guru-gurunya sangat besar di banding teman-temanya. Sering Riko mempunyai banyak pertanyaan pada saat di kelas, tetapi dia sangat malu sekali bertanya kepada Gurunya alias di hati di sangat ingin sekali untuk menanyan namun dibibir susah mengungkapkan. Pada akhirnya, anak itu dia yang terburuk di kelas maksudnya dalam nilainya. 

Apakah Siap atau Belum
          CERITA pendek diatas ini adalah sebuah inspirasi yang penulis mengambil dan menyimpulkan sebagai salah satu bahan yang bisa mengembangkan artikel ini. Inilah kisah dan sifat seorang anak yang memang kurang di ajar oleh gurunya.
         Dalam artikel ini mendeskripsikan kesiapan kita dalam menghadapi hidup ini  lebih, lebih pada cinta kita terhadap seseorang yang kita impikan atau kita inginkan. Karena perasaan cinta itu lebih tinggi dari perasaan yang lainya. Cinta itu mudah kita inginkan tetapi beratnya itu kita menjalankan dan mengungkapkan.
      Dalam sebuah perjungan kisah cinta, menjujung tinggi semangat yang tinggi. Demikian juga dengan membutuhkan kemauan, dapat mempertahankan kita dari yang apa yang kita jalankan, sepertinya dalam usaha, perkuliahan, sekolahan, bisnis dan cinta. Yang kini kita kaji di dalam artikel ini adalah cinta. Enta cinta terhadap pekerjaan, tujuan, sesama dan terhadap seseorang.
       Untuk itu, dalam mencintai sesuatu adakah ketulusan kita terhadap hal itu? Ketulusan kita menentukan arah kita kedepan. Cinta hanya menjalankan dengan ketidak tulusan hati, apa yang terjadi di masa yang akan datang.  Arah yang lebih baik akan berasal dari arah ketulusan kita dalam menjalani, atau kecintaan kita terhadap apa yang kita patuhi.
        Apakah kita siap atau belum? Pertanyan ini menjadi persoalan yang memang sangat sulit jikalau, memperhatikan persoalan yang kenyataan terjadi di bumi. Saya siap atau tidak, dalam tugas dan tanggung jawab ini? Bila saya siap, apa kontribusi dalam akan hal itu? Yang jelasnya ketulusan dan kecintaan kita. Tindakan individu pada awal mula merupakan persiapan awal dalam mempersiapkan di hari nanti. 

Ingin tapi Malu
           Ketulusan dan kecintaan kitorang berawal dari keinginan, selingkuhan, dan pendewasaan. Yang dimaksud pendewasaan adalah ketika kita dalam menjalani  masa percintaan kita terhadap suatu hal itu sendiri.
          Sebelum dari pada itu, setiap individu akan muncul sebuah keingginan yang tinggi, baik terhadap meterial maupun non-material. Keinginan tersebut akan terwujud ketika kita bertindak atau berpartisipasi didalamnya. Sebab itu, perlunya kita ketahui bahwa keinginan cinta, akan membawa kita ke tahapan yang lebih tinggi, dan tergantung juga dari partisipasi, ruang dan waktu. Dengan adanya keinginan, sifat kita akan terpengaruh juga dalam selingkuhan. Selingkuh merupakan tahap yang kedua dari keinginan. Hal ini, sangat berpengaruh dengan adanya sebuah ke-(malu)-an yang menonjol dalam diri seseorang terhadap hal yang kita inginkan. Malu bertanya, kita terlamat di masa depan; malu bertindak, kita kalah dalam kompetisi; malu berkomunikasi, kita terlambat dalam membaca situasi; malu bergaul, tidak mendapatkan pengalaman; malu berekspresi, sejarah tidak akan mencatat, dan malu berbicara, semut  di masyarakat.
            Oleh sebab demikian, kita sebagai makhluk sosial perlunya kita ketahui bahwa “ketika kita malu kita terlambat dalam mengejar sesuatu”. Kurang lebihnya bahwa ketika ada ruang, gunakanlah dan laksanakanlah karena kesempatan merupakan sebuah lahan yang mendewasakan diri kita dan sampaikanlah keinginan yang terpendam dalam diri kita sendiri.  


PEPATA KATA, ”Apabila kamu sudah tidak punya perasaan malu, maka lakukanlah apa pun yang kamu mau.” Dari kata ini, ingin mengajarkan bahwa malu merupakan salah satu prasyarat untuk ketakwaan, dalam artian ketika ingin melakukan suatu kesalahan dan perasaan malu ada dalam hati maka keinginan untuk melakukannya menjadi hilang

“For You Baby Gial”

Yogyakarta, 9 Desember 2014
Moses Douw
Mahasiswa Papua Kuliah di Yogyakarta

Monday, December 1, 2014

Terimah Kasih Tuhan (Peace Melaneisa Lirik)

Oleh: Moses Douw















Hari berganti, tahun berlalu
Jalani hidup yang berliku ,,berliku
Enata kemana dan tak tahu kemana e
Harup tujuan ....hidup ini
Sungguh tak mampu
Diri ini
Untuk melawan kenyatan ini
Yang membuatku
Smakin jauh
Dari jalanmu
..........

Kini bru
Aku sadari betapa besar cinta mu
Kau angkat aku
Dan penggang tangangku
Kau bawa ku jalan benar 
Kau peluk didriku
kau hibur hatiku
kau berikanku kedamaian

Ohhh trimah kasih tuhan   trimakasihhhhh
Atas kebaikan-mu padaku...
Kau berikan hidup yang baru
Dengan penuh kasih dan cintamu .........cintamu
Kau lah tuhanku
Kaulah rajaku
Kaulah bapaku yang ku sembah 2x       2x

 Fefffff:::::

Sumber:
https://www.facebook.com/groups/195059352971/?fref=ts
https://www.youtube.com/watch?v=zRy3xUnH2cA
http://www.reverbnation.com/peacemelanesianew


KARX MARX: MATERIALISME SEJARAH, NEGARA, DAN AGAMA

 Oleh Moses Douw

Materialisme
Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi atau benda. Pada dasarnya semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material. Materi adalah satu- satunya substansi Sebagai teori, materialisme termasuk paham ontologi monistik. Akan tetapi, materialisme berbeda dengan teori ontologis yang didasarkan pada dualisme atau pluralisme. Dalam memberikan penjelasan tunggal tentang realitas, materialisme berseberangan dengan idealisme.

Materialisme tidak mengakui entitas-entitas nonmaterial seperti: roh, hantu, setan dan malaikat. Pelaku-pelaku immaterial tidak ada. Tidak ada Allah atau dunia adikodrati/supranatural. Realitas satu-satunya adalah materi dan segala sesuatu merupakan manifestasi dari aktivitas materi. Materi dan aktivitasnya bersifat abadi. Tidak ada penggerak pertama atau sebab pertama. Tidak ada kehidupan, tidak ada pikiran yang kekal. Semua gejala berubah, akhirnya melampaui eksistensi, yang kembali lagi ke dasar material primordial, abadi, dalam suatu peralihan wujud yang abadi dari materi.
Setidaknya ada 5 dasar ideologi yang dijadikan dasar keyakinan paham ini:
*   Segala yang ada (wujud) berasal dari satu sumber yaitu materi.
*   Tidak meyakini adanya alam ghaib.
*   Menjadikan panca indra sebagai satu-satunya alat mencapai ilmu.
*   Memposisikan ilmu sebagai pengganti agama dalam peletakan hukum.
*   Menjadikan kecondongan dan tabiat manusia sebagai akhlak.
Merupakan  sebuah paham garis pemikiran, dimana manusia sebagai nara sumber dan juga sebagai resolusi dari tindakan yang sudah ada dengan jalan dialetis.

MATERIALISME SEJARAH
Marx mengemukakan bahwa yang menentukan perkembangan masyarakat bukanlah kesadaran masyarakat, bukanlah apa yang dipikirkan masyarakat tentang dirinya tetapi keadaan riil masyarakat itu sendiri, kondisi dan situasi hidup masyarakat. Jadi bukan sesuatu yang abstrak yang ada ditataran kepala, yang bayangkan, dicita-citakan, tapi fakta-fakta /keadaan yang ada , proses hidup yang nyata. Cara manusia menghasilkan apa yang dibutuhkan untuk hidup itulah yang disebut keadaan masyarakat. Dengan demikian, keadaan masyarakat selain mempengaruhi perkembangan masyarakat juga mempengaruhi kesadaran masyarakat itu sendiri.

Keadaan masyarakat yang dimaksud adalah produksi dan pekerjaan manusia. Manusia ditentukan oleh produksi, baik hasil produksinya maupun cara berproduksi. Pandangan inilah yang disebut materialisme, yang berarti kegiatan dasar manusia adalah kerja manusia. Dalam hal ini pandangan Marx menerima Feurbach,bahwa kenyataan terakhir adalah objek indrawi dalam pengertian objek indrawi ini dipahami sebagai kerja atau produksi. Namun perbedaan dari Feurbach adalah dunia indrawi yang mengelilinginya itu bukan sesuatu yangada begitu saja, melainkan alam merupakan produk dari industri dan masyarakat dalam arti alam adalah produk dari sejarah. 

Kata meterialisme yang digunakan Marx bukanlah dalam arti filosofis sebagai kepercayaan bahwa hakekat seluruh realitas adalah materi, melainkan ia ingin menunjukan pada faktor-fakor yang menentukan sejarah yang terdapat dalam produksi kebutuhan manusia. Seperti dalam penjelasan sebelumnnya faktor-faktor ini mengacu pada keadaan manusia.

Istilah sejarah mengacu pada HegeL, sebagai proses dialektis diterima Marx. Akan tetapi terdapat perbedaan pengertian. Sejarah dalam pengertian Marx adalah perjuangan kelas-kelas untuk mewujudkan kebebasan, bukan perihal perwujudan diri Roh, bukan pula tesis–anti tesis Roh Subjektif –Roh Objektif melainkan menyangkut kontradiksi-kontradiksi hidup dalam masyarakat terutama dalam kegiatan ekonomi dan produksi. Jadi untuk memahami manusia dan perubahannya tidak perlu memperhatikan apa yang dipikirkan oleh manusia melainkan melihat segala hal yang berkaitan dengan produksi.

Menurut Marx sejarah umat manusia sejak zaman primitif di bentuk oleh faktor-faktor kebendaan. Awal sejarah manusia dimulai dengan adanya pemilikan pribadi yang kemudian menimbulkan pertarungan memperebutkan materi atau kekayaan ekonomi. Materi atau benda lah yang menjadi faktor konstitutif proses sosial politik historis kemanusiaan. Marx menyangkal argumen Hegel maupun Weber yang melihat non-Bendawi,roh, dan gagasan berpengaruh dan menentukan sejarah. Inilah paham matrilialisme sejarah Marx.

Untuk memahami materialisme sejarah, kita juga perluh memahami bagaimana paham materialisme Marx. Materialisme adalah faham serba benda. Bertitik tolak dari asumsi itu, Marx meyakini bahwa tahap-tahap perkembangan sejarah di tentukan oleh keberadaan material. Bentuk dan kekuatan produksi material tidak saja menentukan proses perkembangan dan hubungan –hubungan sosial manusia,  serta formasi politik, tetapi juga pembagian kelas-kelas sosial. Marx berpendapat bahwa hubungan-hubungan sosial sangat erat kaitanya dengan kekuatan-kekuatan produksi baru manusia akan mengubah bentuk-bentuk atau cara produksi mereka. Oleh karena itu, materi baik dalam bentuk modal kekuatan-kekuatan maupun alat-alat produksi merupakan basis sedangkan kehidupan sosial, politik, fildsafat, agama, seni, dan negara merupakan suprastruktur. 

NEGARA, ALAT  PENINDAS?
Mengapa Marx begitu skeptis terhadap negara? Ada beberapa alasan Marx menilai terjadinya eksplooitasi kelas borjuis kapitalis terhadap kelas proletar antara lain karena eksistensi negara. Negara ternyata dijadikan alat penindasan. Bagi kelas borjuis negara di gunakan semata-mata untuk mempperkuat status  dan hegemoni ekonomi politik mereka. Kelas proletar karena tidak menguasai  alat dan mode produksi, yang merupakan sumber kekuatan itu, tidak memiliki akses sedikit pun terhadap negara.  Mereka tidak merasa memiliki negara dan terlealisasi dari lembaga politik. Negara dengan demikian, bagi Marx ibarat ‘monster’ menakutkan

AGAMA: CANDU RAKYAT DAN ALAT PENINDASAN?
Menurut Karl Marx, agama adalah candumasyarakat, karena agama, masyarakat menjadi tidak maju dan bersikap rasional. Agama yang dimaksud Marx adalah agama Kristen Ateisme yang diajarkan Marx adalah ateisme modern. Agama yang mengajarkan Tuhan yang serba bisa hanya menipu dan menyesatkan masyarakat. Marx mengkritik Feuerbach yang hanya menyatakan bahwa Tuhan adalah khayalan, namun tidak mencari sebabnya. Bagi Marx sebab yang diberikan adalah manusia lari kepada Tuhan karena penindasan yang mereka terima dari masyarakat kelas yang dikritiknya. Menurutnya agama hanya menjadi penghalang manusia untuk menyangkal dan memperbaiki hidupnya yang sedang ditindas, seandainya Tuhan dan agama tidak ada, maka manusia bisa hidup bebas dan bermartabat. Di sinilah Tuhan sekiranya dicoret karena tidak diperlukan. Manusia seharusnya menolak kapitalisme yang sedang menindas mereka. 

Agama adalah candu untuk rakyat ini merupakan kata-kata Marx ketika ia mengemikakan pandangannya tentang agama. Kata-kata itu merupakan kritiknya terhadap agama. Istilah “candu” menun jukan sinisme dan antipati Marx yang akut terhadap  agama.  Candu mengalihkan perhatian rakyat dari kenyataan sejarah dan melarikan diri dari padanya. Tuhan  yang di ajarkan agama menjadi tempat pelarian manusia, padahal semua persoalan kehidupan manusia harus bertitik tolak dari manusia dan kembali kepada manusia sendiri. Jadi, tuhan bukan manusia yang menjadi Pusat kehidupan. Menurut Marx agama tidak menjadikan manusia menjadi dirinya sendiri, melainkan menjadi sesuatu yang berada diluar dirinya. Inilah yang menyebabkan manusia dengan agama itu menjadi sesuatu yang berada di luar dirinya. Agama adalah sumber ketersaingan manusia. 


 Referensi:

DIAKSES: 21 MARET 2014
DIAKSES : 20 MARET 2014

Kisah Cinta yang Menyakitkan (Aashiqui 2)

Oleh: Moses Douw


Pada awalnya film ini saya tidak mengenal apa isinya, tonton pun juga masih belum alias buta. Ketika itu saya bersama kawan-kawanku di sebuah asrama di Yogyakarta menceritakan kisah cinta di Bangku SMA. Pada saat itu pula, salah satu kawan diantara kita yang menceritrakan kisah cinta saat SMA dan saat itu pula Ia membandingkan film itu dengan kisah cintanya. Kalimat yang Ia lontarkan kepada kami bahwa “bila kawan-kawan pernah menjalani kisah cintah yang memang menyakitkan, alangkah baiknya tidak boleh nonton film ini, karena memang sangat menyakitkan. Begitupun, penulis juga mengajak kepada pembaca untuk memperhatikan hal diatas ini sebelum terjadi hal yang tidak kita inginkan. 

Judul                    :Aashiqui 2
Musik Label        : T-Series
Produksi              : 2013
Aktor                   : Aditya Roy Kapoor (Rahul) dan Sharada Kapoor (Aarohi)
Lagu                    : Drama Romance Musical
Durasi                  : 2 Setengah Jam


Rahul adalah seorang artis India yang sudah di kenal lama oleh belahan dunia dengan film  yang di buat olehnya. Aashiqui 2 adalah film yang ke empat dari yang sebelumnya. Dia sosok seorang artis yang unik, dalam hidupnya Ia menghabiskan waktunnya dengan mabuk. Meskipun begitu dialah artis satu-satunya yang difans oleh banyak orang di dalam maupun luar negeri bahkan di seluruh dunia
Sedangkan, Sharada (Aarohi), seorang perempuan yang berpartisipasi dalam film sebagai seorang penyanyi di Bar yang kemudian Rahul mengangkat dia sebagai kader penyanyi atau pengganti Rahul.
Sebelumnya Rahul adalah seorang artis yang di fans oleh banyak orang, salah satunya Aarohi yang pada saat itu bekerja di Bar. Aarohi juga berasal dari keluarga yang miskin pada saat itu dan anak tunggal dari keluarganya. Karena anak satu-satunya, Ia di tugaskan oleh orang tuanya untuk bekerja di Bar sebagai penyanyi/penghibur.  Aarohi bekerja di Bar selama 3 bulan lebih. Pada saat itu juga Ia pun di potong gajinya 50% oleh manajernya dengan alasan yang tidak jelas, salah satunya Ia kerja sama atau pacaran dengan Rahul. Sebab penilaian manajer terhadap Rahul kurang baik dan banyak catatan hitamnya dalam anarkisme di masyarakat. Hal ini bagi Aarohi tidak terima dengan baik terus persoalan Rahul tidak bersangkut paut dengan masalah keuangan di Bar ini, sehingga dengan berani Ia katakan kepadanya bahwa “Kamu ambil 50% dari hasil dan itupun makanannya kami beli sendiri”.

Pada saat itu pula Rahul memecat Aarohi dari penyanyi di Bar dengan harapan besar bahwa Aarohi disuatu saat bisa menjadi penyanyi/artis terkenal dan itupun melihat kembali di Bar, yang mana lagunya di nyanyikan oleh Aarohi lebih baik dari Rahul. Dengan demikian, Aarohi meninggalkan pekerjanaanya sebagai penyanyi di Bar. Dengan besar hati pemilik bar melepaskan Aarohi dengan sepata kata yakni “aku berdoa kepada Allah agar kau tidak stress, jika itu terjadi jangan khawatir”. 

Tiba saatnya Aarohi kembali ke kampung asalnya, sementara Rahul melamar kerja untuk Aarohi sebagai penyanyi/artis. Hal ini bagi Aarohi merupakan hal yang paling luar biasa baginya karena memang harapan baru yang Rahul tawarkan. Ia pun tiba di rumah orang tuanya dengan tangan kosong, tiada hasil yang di bawa pulang  ke orang tuanya, meskipun itu Aarohi kerja di Bar. Melihat keadaan itu, ibunya sangat memarahi dengan kata-kata yang keras, memang keadaan pada saat itu juga ibunya mengalami krisis keuangan. Tetapi pada akhirnya Ia pun menjelaskannya harapan baru yang di tawarkan oleh Rahul dan bapaknya pun terima hal itu dengan lapang dada. 

Beberapa hari kemudian Aarohi menelpon Rahul namun pertama kalinya gagal karena Rahul di rampok oleh beberapa orang preman, dan kedua kalinya di angkat oleh temanya Rahul. Aarohi sangat menyesal dengan penipuan Rahul yang sangat kejam hingga di marahi orang tuanya. Dengan payah Aarohi pun mencari Rahul namun akhirnya sia-sia. Dengan kemarahan itu, Aarohi pun mencari perkerjaan baru menjadi penyanyi di suatu Bar. Menjelang dua bulan, Rahul pun datang di Bar dan memecat Ia dari penyanyi lagi tetapi Ia pun tidak ingin meninggalkan pekerjaannya karena ia tak ingin lagi terjadi pengalamanya yang lalu. Tetapi, pada akhirnya Rahul menawarkan dia tetap menjadi kader Rahul, sehingga pada saat itu pula Rahul ajarkan etika dalam menyanyi di depan publik maupun dengan cara merekamnya. Dalam proses akhirnya Aarohi mendapat penghargaan dan dari situlah Rahul pun mendua hati dalam perjalanan cinta, sehingga dengan tegas berkata “hubungan kita sampai disini dan pergilah nikmati hidupmu dengan kekayaan dan penghargaanmu”,“Di masa sulitku kau bersama aku dan di masa gembiraku engkau tidak bersama aku, maka saya tidak menginginkan Anda berpisah denganku”. Ujar Aarohi. 

Dan pada perjalanan Kisah cinta Rahul dan Aarohi sangat tidak dikenal oleh publik, sehingga di pertanyakan oleh banyak orang (fansnya)  tentang eksistensi mereka berdua. Oleh karenanya tidak dikenal public memikirkan keberadaan mereka berdua sebagai memanfaatkan kesempatan Rahul terhadap Aarohi. Namun, detik-detik terakhir merupakan moment yang terpenting antara berdua sehingga Rahul menyampaikan apa yang menjadi keluhan baginya, katanya “kau bisa menangis sebanyak yang kau mau tapi hari-hari menangismu sesudah selesai dan saya akan meninggalkan semuanya padamu sendiri, namun aku tak bisa memberi apa yang lebih dari aku, selain yang aku berikan padamu, tempat yang layak yang bisa di hormati banyak orang” dan MULAI SAAT INI aku kan meninggalkanmu. Dan Rahul pun meniggalkan Aarohi kemudian Bunuh diri di suatu jembatan di India.

Kisah cinta ini sangat menyakitkan khususnya terhadap Aarohi. Dalam suatu pacaran maupun sebuah sebuah hubungan jangan terlalu memberi hati sepenuhnya karena cinta akan membuat kita stress dan merugikan diri kita sendiri.  Maka, penulis menghimbau kepada pembaca yang terkasih bahwa ini  merupakan hasil pengamatan penulis dan ini merupakan hasil pemaknaan penulis sehingga pembaca yang budiman lebih baiknya anda sendiri buktikan dan tonton sendiri. Film ini sangat baik maknanya dan itu merupakan kembali pada kita sendiri dalam pemaknaannya.

Penulis: Mahasiswa Kuliah di Yogyakarta 2013

Thursday, November 13, 2014

Khasiat Daun Sirih Hijau

Daun sirih yang dikenal ada 3 jenis, yaitu sirih merah, sirih hitam dan sirih hijau. Namun yang paling banyak dikenal dan digunakan dimasyarakat adalah daun sirih merah dan hijau, yang bisa dibedakan hanya dengan melihat warna daunnya. Daun sirih pada umumnya banyak ditemui ditanam dipekarangan orang yang hidup dipedesaan, dimana mereka masih banyak menggunakan obat dari bahan alami termasuk sirih serta untuk keperluan nyirih. Namun setelah khasiat sirih diketahui secara ilmiah, kini daun sirih sudah banyak dijadikan sebagai bahan untuk sabun kesehatan, obat kebersihan kewanitaan, minyak sirih dll.

Khasiat daun sirih Hijau
Sirih merah maupun sirih hijau sama-sama memiliki khasiat masing-masing. Dan khusus pada artikel ini, kita hanya akan membahas khasiat dari daun sirih hijau. Dan mengenai khasiat sirih merah, ada artikel tersendiri, baca disini.
Menurut literatur, daun sirih hijau mengandung banyak senyawa yang berkhasiat bagi kesehatan. Beberapa kandungannya meliputi minyak esensial, fenil propana, estragol, kavicol, hidroksikavicol, kavibetol, caryophyllene, allylpyrokatekol, cyneole, cadinene, tanin, diastase, pati, terpennena, seskuiterpen, dan gula. Itulah banyak zat yang membuat daun sirih memiliki banyak khasiat bagi kesehatan manusia. Berikut ini adalah beberapa khasiat dan manfaat daun sirih hijau bagi kesehatan:
1. Mengobati sakit gigi, gusi bengkak/berdarah, bau mulut dan sariawan.
Caranya sangat mudah, kunyah daun sirih hijau, atau berkumur dengan air rebusan daun sirih. Maka Sakit gigi maupun gusi bengkak atau sariawan secara bertahap akan hilang. Ketika berkumur dengan rebusan sirih hijau, bau mulut tak sedap juga akan hilang.
2. Menyembuhkan keputihan.
Ambil beberapa lembar daun sirih, kemudian rebus dengan aur secukupnya. Air rebusan bisa diminum, dan sisanya untuk mencuci organ kewanitaan.
3. Membantu mengatasi masalah menstruasi
Minum air rebusan daun sirih juga dapat membantu mengatasi menstruasi yang tidak teratur.
4. Mengobati luka bakar.
Caranya ambil daun sirih hijau, panaskan hingga layu, lalu tempelkan pada luka bakar. Mungkin karena sifat antiseptiknya, sehingga kuman penyebab infeksi tak akan menyentuh luka sehingga cepat sembuh.
5. Mimisan
Jika terjadi pendarahan hidung (mimisan), gulungan daun sirih hijau yang disumbatkan di hidung dapat menghentikan pendarahan mimisan.
6. Meringankan gatal-gatal pada kulit.
Caranya bagian tubuh yang gatal diolesi dengan tumbukan daun sirih hijau, pasti akan mereda atau bahkan hilang sama sekali.
7. Antioksidan
Daun sirih juga mengandung zat antioksidan, yang dapat menghilangkan efek radikal bebas berbahaya dari tubuh.
8. Mengatasi Sembelit
Daun sirih adalah bersifat diuretik, sehingga juga dapat membantu mengobati sembelit.
9. Mengurangi peradangan alami
Radang seperti karena akibat jerawat, arthritis dll dapat diatasi dengan cara menempelkan daun sirih hijau yang sudah tumbuk.
10. Masalah pernafasan dan batuk
Rebusan air daun sirih bisa menjadi obat rumah untuk mengobati batuk. Daun sirih juga berkhasiat untuk orang yang menderita masalah pernapasan seperti asma.
11. Mengontrol diabetes
Daun sirih memiliki sifat antidiabetes, yang membuatnya menjadi obat rumah yang sangat baik untuk mengontrol diabetes .
12. Menyembuhkan Luka
Menerapkan daun sirih paste pada luka menyembuhkan dalam waktu 3-4 hari . Hal ini juga mengurangi rasa sakit dan peradangan .
13. Sakit punggung
Memijat punggung dengan daun sirih yang dicampur dengan minyak akan membvantu untuk melawan nyeri punggung bagian bawah .
14. Menyehatkan syaraf
Jus daun sirih yang dicampur dengan madu adalah tonik alami yang digunakan untuk mengobati nyeri saraf, kelelahan saraf dan kelemahan.
15. Jerawat dan bekas luka
Daun sirih yang dibalurkan baik untuk perawatan kulit. Ini akan menghentikan jerawat dan dapat membersihkan bekas luka dari kulit secara alami.

Referensi:
http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/khasiat-daun-sirih-hijau.html

 
Copyright © 2013 Menongko I Ekspresi Hati
Design by MOSES | DOUW